RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Pagi itu, suara sapu beradu dengan lantai memecah keheningan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salatiga.
Di balik tembok tinggi dan pagar besi, sekelompok warga binaan tampak sibuk membersihkan halaman, Kamis (2/4). Bukan sekadar rutinitas, kerja bakti ini menghadirkan cerita tentang harapan yang pelan-pelan dirawat.
Dalam rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP), Rutan Salatiga menggelar bakti sosial kebersihan lingkungan. Menariknya, kegiatan ini melibatkan langsung warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi.
Baca Juga: 62 Napi Rutan Salatiga Diguyur Remisi Lebaran, Satu Langsung Hirup Udara Bebas
Bersama para petugas, mereka menyapu, merapikan, hingga membersihkan sela-sela pagar yang selama ini jarang tersentuh.
Salah seorang warga binaan mengaku kegiatan seperti ini memberi makna berbeda. “Rasanya seperti kembali dipercaya. Bisa melakukan hal sederhana, tapi berguna,” ujarnya pelan sambil terus mengayunkan sapu.
Kepala Rutan Salatiga, Anton Adi Ristanto, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya soal kebersihan lingkungan.
Lebih jauh, ini menjadi bagian dari proses membangun kembali rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri warga binaan.
“Pembinaan itu tidak melulu di dalam ruangan. Lewat kegiatan seperti ini, mereka belajar bekerja sama, peduli, dan merasa menjadi bagian dari lingkungan,” jelasnya.
Baca Juga: Jelang Hari Bakti Imipas, Rutan Salatiga Gelar Aksi Sosial
Suasana hangat terasa sepanjang kegiatan. Tak ada sekat yang kaku antara petugas dan warga binaan. Mereka bekerja berdampingan, sesekali bercanda ringan, menciptakan momen kebersamaan yang jarang terlihat dari luar tembok rutan.
Bagi sebagian warga binaan, kegiatan sederhana ini menjadi ruang kecil untuk menata ulang diri. Dari sapu dan debu yang dibersihkan, terselip harapan untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih baik saat bebas nanti.
Kerja bakti pun usai, namun jejaknya tak sekadar lingkungan yang lebih bersih. Ada semangat baru yang tumbuh—pelan, tapi pasti—di antara mereka yang tengah belajar memperbaiki langkah hidup.(sas)
Editor : Tasropi