RADARSEMARANG.ID, SALATIGA — Pemerintah Kota Salatiga menorehkan capaian gemilang sepanjang tahun anggaran 2025. Hal itu terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD yang digelar di Ruang Bhinneka, Rabu (25/3/2026), saat Wali Kota Salatiga Robby Hernawan memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ).
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Salatiga, jajaran Forkopimda, kepala OPD, hingga para lurah, Wali Kota menegaskan bahwa kinerja pemerintah daerah menunjukkan tren positif, baik dari sisi keuangan maupun indikator pembangunan.
“Pendapatan daerah melampaui target, mencapai 101,63 persen, dengan PAD terealisasi hingga 104,66 persen. Ini menunjukkan kinerja fiskal yang kuat. Sementara belanja daerah terserap 90,67 persen,” ujar Robby.
Tak hanya dari sisi anggaran, berbagai indikator makro juga mencatatkan hasil impresif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Salatiga menembus angka 86,23—tertinggi di Jawa Tengah. Capaian ini ditopang oleh angka harapan hidup yang mencapai 78,75 tahun, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,98 persen, serta penurunan angka kemiskinan menjadi 4,20 persen. Tingkat pengangguran terbuka pun berhasil ditekan hingga 3,86 persen.
“Capaian ini mencerminkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif, mulai dari pengelolaan anggaran, peningkatan pelayanan publik, hingga tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” imbuhnya.
Di sisi lain, Pemkot juga menunjukkan komitmen dalam menjawab persoalan strategis, termasuk isu pengelolaan sampah. Melalui gerakan “MASTERCLASS” (Masyarakat Terlibat Cerdas Kelola Sampah Salatiga), pemerintah mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih aktif mengelola sampah dari sumbernya.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Dance Ishak Palit yang menegaskan bahwa penyampaian LKPJ merupakan kewajiban kepala daerah sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik melalui DPRD.
“Capaian yang telah dipaparkan menjadi indikator penting perkembangan daerah. Selanjutnya, DPRD akan membahas lebih lanjut untuk menyusun rekomendasi terhadap LKPJ final,” ujarnya.
Paparan LKPJ ini menjadi penegas bahwa Salatiga tidak hanya mampu menjaga stabilitas pembangunan, tetapi juga melaju dengan performa yang kompetitif di tingkat regional. Transparansi dan akuntabilitas yang terus diperkuat diharapkan menjadi fondasi bagi akselerasi pembangunan di tahun-tahun mendatang.(sas)
Editor : Tasropi