Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Salatiga Siap Sambut Pemudik, Tujuh Masjid Disulap Jadi Rest Area Humanis

Dhinar Sasongko • Kamis, 19 Maret 2026 | 14:25 WIB

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga – Arus mudik tak hanya soal perjalanan panjang, tetapi juga tentang tempat singgah yang nyaman dan menenangkan. Di Kota Salatiga, suasana itu terasa berbeda.

Tujuh masjid di jalur strategis disiapkan menjadi “rumah sementara” bagi para pemudik.

Kamis (19/3), Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan bersama istri, Sekretaris Daerah, serta Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Salatiga berkeliling meninjau langsung kesiapan masjid-masjid tersebut. Program ini dikenal dengan Masjid Ramah Pemudik.

Di setiap titik, bukan hanya sajadah yang terhampar.

Pemudik juga disambut ruang istirahat, tempat menginap sederhana, hingga hidangan berbuka dan sahur gratis.

Sentuhan kecil yang terasa besar bagi mereka yang tengah menempuh perjalanan jauh.

“Dengan adanya Masjid Ramah Pemudik ini, diharapkan para pemudik bisa merasakan kenyamanan dalam perjalanan menyambut Idulfitri,” ujar Robby. Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat menjadi kunci utama terwujudnya fasilitas tersebut.

Program ini bukan hal baru. Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Salatiga, H. Nurcholis, menyebut inisiatif tersebut telah berjalan sejak 2025 dan akan terus aktif hingga H+5 Lebaran.

Menurutnya, keberadaan masjid di jalur mudik menjadi potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk membantu para pelintas kota.

“Tujuh masjid ini berada di titik strategis dan menyediakan berbagai layanan, mulai dari tempat ibadah hingga fasilitas pendukung perjalanan,” jelasnya.

Lebih dari sekadar tempat singgah, masjid-masjid ini juga menghadirkan nuansa inklusif.

Tersedia penyuluh lintas agama yang siap mendampingi pemudik dalam aspek spiritual.

Sebuah cerminan kuat dari predikat Salatiga sebagai kota tertoleran.

Cerita hangat datang dari seorang pemudik asal Ampel yang hendak menuju Purwodadi. Perjalanannya sempat terhenti karena kendaraan rusak.

Namun, bantuan pengurus masjid membuatnya bisa menemukan bengkel terdekat. “Sangat terbantu. Bisa istirahat juga,” tuturnya singkat.

Adapun tujuh masjid yang menjadi bagian dari program ini tersebar di sejumlah wilayah, yakni Masjid Baitusy Syukur (Pulutan), Masjid Baitur Ridwan (Blotongan), Masjid Mujahidin (Sidorejo Lor/Soka), Masjid Jami’ Abu Bakar Ash-Shidiq (Sidorejo Lor), Masjid Al Atiiq (Kauman), Masjid Al Hidayah (Randuacir/Tetep), dan Masjid Al Azhar (Cebongan).

Di tengah padatnya arus mudik, Salatiga menawarkan lebih dari sekadar jalur lintasan. Kota ini menghadirkan ruang jeda—tempat melepas lelah, mengisi energi, sekaligus menemukan ketenangan sebelum melanjutkan perjalanan pulang.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Masjid #arus mudik #salatiga