RADARSEMARANG.ID, SALATIGA -Khidmatnya suasana Ramadan menjadi momentum bagi institusi pendidikan untuk saling menguatkan.
Merespons dinamika sektor pendidikan yang kian disruptif, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga resmi menjalin kemitraan dengan TK Islam Terpadu (TKIT) Miftahul Jannah Salatiga, Kamis (12/3).
Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., dalam prosesi penandatanganan tersebut menekankan urgensi kelincahan (agility) institusi menghadapi isu kontemporer.
Menurutnya, transformasi digital hingga penguatan karakter pascapandemi menuntut kolaborasi yang lebih nyata.
"Pendidikan saat ini pantang tersekat dalam batasan teori semata. Sinergi antara kampus dan sekolah merupakan kunci menjawab tantangan zaman yang menuntut inovasi berkelanjutan. Spirit Ramadan ini harus kita jadikan pijakan untuk saling mengisi demi mutu anak bangsa," tegas Prof. Rasimin di Ruang Rapat Utama FTIK UIN Salatiga.
Menindaklanjuti visi tersebut, Ketua Prodi PIAUD UIN Salatiga, M. Agung Hidayatullah, M.Pd.I., membeberkan kolaborasi ini berfungsi sebagai payung hukum esensial. Keberadaan nota kesepahaman (MoU) tersebut memuluskan jalan bagi mahasiswa dalam menjalankan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus memberikan ruang bagi dosen untuk mengakselerasi riset serta pengabdian masyarakat.
"Secara institusional, kemitraan ini mendongkrak kredibilitas sekolah. Pengakuan resmi dari perguruan tinggi memberikan nilai tambah bagi sekolah di mata para pemangku kepentingan," urai Agung.
Tak sekadar urusan administratif, Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga, Dr. MS Viktor Purhanudin, M.Pd., menyoroti pentingnya aspek link and match.
Ia menilai akademisi tidak boleh berjarak dengan kebutuhan praktisi di lapangan.
Melalui kerja sama ini, kurikulum kampus akan terus diperbarui agar tetap relevan dengan dinamika ranah PAUD.
"Pihak sekolah kini memiliki akses langsung pada inovasi pembelajaran dan riset terkini. Sebaliknya, kehadiran mahasiswa magang menjadi suntikan tenaga pengajar yang kompeten bagi sekolah," tutur Viktor.
Gayung bersambut, Kepala TKIT Miftahul Jannah Salatiga, Nur Afifah, M.Pd., mengamini manfaat besar ini sebagai berkah Ramadan bagi lembaganya.
Baginya, menyandang status "Sekolah Mitra UIN Salatiga" adalah posisi tawar krusial untuk meningkatkan kepercayaan wali murid.
"Kami mendapatkan kemudahan akses mengundang pakar untuk upgrade kompetensi guru secara berkala. Sebagai langkah nyata, kami segera menggulirkan program Guest Teacher (Guru Tamu). Dosen-dosen PIAUD akan hadir langsung ke kelas memberikan stimulasi pembelajaran kreatif, seperti storytelling hingga eksperimen sains sederhana," pungkasnya.(sas)
Editor : Tasropi