RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Komitmen terhadap kelestarian lingkungan tidak lagi sekadar slogan.
Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menunjukkan langkah konkret dengan menggandeng Yayasan Wanadri untuk memperkuat gerakan penghijauan dan pendidikan lingkungan melalui pendirian Wekacala Garda Lingkungan UKSW.
Kolaborasi ini resmi dimulai lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Grha Kartini, Senin (9/3/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan UKSW Prof. Ferdy S. Rondonuwu bersama Ketua Yayasan Wanadri, DR. dr. Tri Wahyu Murni, Sp.B., Sp BTKV (K). Prosesi tersebut turut disaksikan Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami dan jajaran pimpinan universitas.
Dalam sambutannya, Rektor Intiyas menegaskan bahwa kerja sama ini diharapkan melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan.
“Kerja sama ini sangat berkaitan dengan SDGs. Kami berharap tidak hanya menjadi perjanjian di atas kertas, tetapi juga melahirkan aksi-aksi terukur yang membawa dampak bagi negeri kita,” ujarnya.
Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, hingga pendampingan kegiatan penjelajahan alam terbuka yang terintegrasi dengan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Program tersebut akan menjadi ruang bagi civitas academica untuk belajar sekaligus bertindak dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sebagai simbol dimulainya gerakan hijau tersebut, kedua pihak melakukan penanaman bibit pohon trembesi di area kampus.
Pohon trembesi dipilih karena dikenal sebagai pohon peneduh yang mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, sehingga diharapkan menjadi penanda komitmen bersama dalam menjaga bumi.
Ketua Yayasan Wanadri, Tri Wahyu Murni, menyambut positif kolaborasi ini. Ia menilai UKSW memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan berbasis alam terbuka yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Dengan visi Wanadri menjadi lembaga terdepan dalam pendidikan alam terbuka, penjelajahan, kemanusiaan, dan lingkungan, kami berharap dapat membantu UKSW memberikan basic education di alam terbuka,” katanya.
Ketua Satuan Tugas Wekacala Garda Lingkungan UKSW, Dr. Purwanti Kusumaningtyas, menambahkan bahwa lembaga ini akan menjadi wadah bagi civitas academica untuk menjalankan pembelajaran berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, Wekacala mengusung karakter creative minority, yakni kelompok kecil yang berperan mendorong perubahan sosial melalui kegiatan penjelajahan, riset, dan gerakan kemanusiaan yang berlandaskan nilai keadilan dan keberadaban.
Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi UKSW terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin pendidikan berkualitas, penanganan perubahan iklim, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Melalui kolaborasi ini, UKSW tidak hanya memperkuat identitasnya sebagai kampus hijau, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang sadar lingkungan dan siap menjadi agen perubahan bagi keberlanjutan bumi.(sas)
Editor : Tasropi