Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Menjaga Jejak, Merawat Kepercayaan: Museum Polres Salatiga Jadi Ruang Refleksi di Bulan Ramadhan

Dhinar Sasongko • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:03 WIB

**Menjaga Jejak, Merawat Kepercayaan: Museum Polres Salatiga Jadi Ruang Refleksi di Bulan Ramadhan**  - Di tengah hangatnya kebersamaan bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Salatiga.
**Menjaga Jejak, Merawat Kepercayaan: Museum Polres Salatiga Jadi Ruang Refleksi di Bulan Ramadhan** - Di tengah hangatnya kebersamaan bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Salatiga.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Di tengah hangatnya kebersamaan bulan suci Ramadhan 1447 H, Polres Salatiga menghadirkan nuansa berbeda dalam agenda buka puasa bersama insan pers, Rabu (25/02/2026).

Tak sekadar mempererat silaturahmi, momentum ini juga menjadi ajang memperkenalkan Museum Polres Salatiga—ruang sunyi yang menyimpan jejak panjang pengabdian kepolisian di Kota Salatiga.

Kegiatan yang digelar di Joglo Satlantas tersebut dipimpin langsung Kapolres Salatiga, AKBP Ade Papa Rihi, didampingi jajaran pejabat utama.

Di hadapan para jurnalis dari berbagai platform media, Kapolres menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri dan pers dalam menjaga stabilitas kamtibmas melalui informasi yang edukatif dan transparan.

Namun sorotan utama sore itu tertuju pada sebuah ruang dokumentasi sejarah: Museum Polres Salatiga.

Museum tersebut menampilkan arsip-arsip lama, foto dokumentasi kegiatan, hingga perlengkapan dan atribut kepolisian dari masa ke masa.

Bukan sekadar etalase nostalgia, museum ini dirancang sebagai ruang belajar—baik bagi anggota kepolisian maupun masyarakat.

Di sana, perjalanan institusi Polri di Salatiga tergambar melalui perubahan seragam, perkembangan peralatan operasional, hingga dokumentasi peristiwa penting yang pernah terjadi di wilayah hukum setempat.

Setiap koleksi menjadi penanda bahwa institusi ini terus bergerak, beradaptasi, dan berbenah mengikuti dinamika zaman.

“Dari masa lalu kita belajar, untuk melangkah lebih profesional di masa depan,” ungkap Kapolres dalam sambutannya.

Mengajak insan pers berkeliling museum bukan tanpa makna.

Langkah ini menjadi simbol keterbukaan—bahwa sejarah, proses, dan perjalanan institusi dapat diakses serta dipahami bersama.

Dalam konteks era informasi, transparansi menjadi bagian penting dari strategi menjaga keamanan.

Diskusi ringan menjelang azan Maghrib pun berlangsung hangat. Di antara cerita sejarah yang terpajang di dinding museum, dialog tentang situasi kamtibmas selama Ramadhan mengalir santai namun substansial.

Museum Polres Salatiga pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang narasi.

Ia merawat ingatan kolektif, membangun identitas institusi, sekaligus menjembatani komunikasi dengan publik.

Melalui kegiatan ini, Polres Salatiga menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan semata soal patroli dan penegakan hukum, tetapi juga tentang membangun kepercayaan.

Dan kepercayaan itu, seperti sejarah, perlu dirawat—didokumentasikan, dibagikan, dan dipahami bersama.(sas)

Editor : Tasropi
#POLRES SALATIGA