RADARSEMARANG.ID, SALATIGA — Menjelang Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Rakernas APEKSI) 2026 yang digelar Juli mendatang, Pemerintah Kota Salatiga mempercepat revitalisasi gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Langkah ini diproyeksikan untuk memperkuat citra Salatiga sebagai kota kreatif sekaligus menyiapkan etalase produk unggulan UMKM di tingkat nasional.
Wali Kota Salatiga, dr Robby Hernawan SpOG menegaskan, Dekranasda harus menjadi representasi wajah kreativitas dan kearifan lokal kota.
Dalam Rapat Koordinasi Upaya Peningkatan dan Pengembangan Produk Kerajinan Daerah di Ruang Kerja Wali Kota, ia menginstruksikan sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mengoptimalkan fungsi gedung dan kelembagaan Dekranasda.
“Dekranasda adalah cerminan potensi dan jati diri Salatiga. Seluruh OPD terkait harus memiliki sense of belonging dan bertanggung jawab memajukannya,” tegasnya.
Sejumlah OPD yang dilibatkan antara lain Disperinaker, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta instansi pendukung lainnya.
Mereka diminta menyusun alokasi anggaran definitif untuk mendukung pengembangan Dekranasda secara berkelanjutan.
Revitalisasi difokuskan pada pembenahan fisik gedung yang merupakan bangunan cagar budaya bernilai historis.
Perbaikan mendesak seperti penanganan atap bocor ditargetkan segera terealisasi melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) maupun dukungan anggaran Disperinaker.
Lantai atas gedung ditargetkan dapat difungsikan sebelum pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026.
Tak hanya perbaikan fisik, Pemkot juga merancang transformasi gedung menjadi creative hub. Konsep ini mencakup penyelenggaraan workshop, pelatihan bersama influencer, hingga ruang ekspresi bagi komunitas “Juragan Muda” binaan Dispora.
Gedung juga akan dioperasionalkan pada malam hari dan akhir pekan melalui sistem piket lintas OPD guna mengoptimalkan potensi kunjungan wisatawan.
Ketua Dekranasda Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, menambahkan bahwa optimalisasi gedung krusial untuk menyambut kunjungan istri para wali kota dalam agenda Ladies Program Rakernas APEKSI 2026.
“Dekranasda akan menjadi pusat produk unggulan dan souvenir khas Salatiga yang representatif,” ujarnya.
Ia juga mendorong dukungan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam penyediaan WiFi untuk mendukung UMKM melakukan pemasaran daring melalui live streaming.
Selain itu, kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dirancang agar kunjungan siswa ke situs sejarah terintegrasi dengan kunjungan ke pusat kerajinan.
Dalam rapat tersebut turut dipaparkan pembentukan tim kurasi guna menjamin kualitas produk kerajinan sebelum dipasarkan.
Lantai satu gedung akan difokuskan sebagai ruang pamer produk hasil kurasi, sedangkan lantai dua dikembangkan dengan konsep ruang pamer terpadu dan kedai kopi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung.
Dengan strategi revitalisasi, penguatan kelembagaan, dan sinergi lintas OPD, Dekranasda Salatiga diharapkan menjadi etalase unggulan UMKM sekaligus memperkuat posisi kota di panggung nasional saat Rakernas APEKSI 2026 berlangsung.(sas)
Editor : Tasropi