RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Sebuah fakta mengejutkan diungkap oleh Tim Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) FTIK UIN Salatiga.
Berdasarkan riset mini terhadap orang tua murid, ditemukan fakta bahwa 80 persen anak usia dini ternyata masih enggan, bahkan menolak saat diminta menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Fenomena ini menjadi bahasan hangat dalam Talkshow Online Tadarus PIAUD bertajuk "Seni Mengajarkan Puasa pada Anak Usia Dini" yang digelar via Zoom, Selasa (24/2).
Acara ini menghadirkan alumni sukses PIAUD UIN Salatiga yang kini menjadi dosen PAUD Universitas Ivet Semarang, Atika Muallifah M.Pd.
Dosen PIAUD UIN Salatiga sekaligus moderator acara, Sri Marwiyati M.Pd, menyebut potret tersebut merupakan tantangan nyata yang perlu dikupas tajam.
Menanggapi hal itu, Atika Muallifah menjelaskan bahwa kuncinya ada pada pemahaman fase perkembangan anak yang masih berada pada tahap pra-operasional.
"Cara paling efektif mengenalkan puasa adalah dengan bahasa yang konkret, nyata, dan sederhana. Jangan gunakan konsep yang abstrak," ujar Atika di hadapan puluhan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan orang tua.
Ia menyarankan metode "puasa sambung" sebagai langkah awal edukasi. Orang tua diminta membangun narasi bahwa puasa adalah momen yang menyenangkan, bukan sebuah paksaan.
"Libatkan anak dalam mengambil keputusan untuk berpuasa dan berikan reward (penghargaan) sebagai bentuk apresiasi atas usaha mereka," tambahnya.
Tak hanya menahan lapar, Atika menekankan pentingnya mengenalkan makna semantik puasa melalui aktivitas sosial yang nyata.
Ia mengajak orang tua melibatkan anak secara langsung dalam kegiatan berbagi takjil, mengaji bersama, tarawih, hingga membayar zakat yang diselingi dengan kisah-kisah islami yang menggugah.
Ketua Prodi PIAUD UIN Salatiga, M. Agung Hidayatullah M.Pd.I, menegaskan bahwa acara ini merupakan terobosan kampus untuk mengisi Ramadan dengan nilai-nilai transendental yang positif.
"Kegiatan ini juga menjadi 'peluru' kami untuk terus mempertahankan predikat Akreditasi Unggul yang telah diraih prodi," tegas Agung.
Guna memperluas dampak edukasi, Sekretaris Prodi PIAUD UIN Salatiga, Dr. MS Viktor Purhanudin M.Pd, berencana merangkul organisasi profesi seperti IGTKI dan IGRA pada sesi berikutnya.
Ia berkomitmen untuk terus mengulas topik-topik kontekstual yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.
Acara yang dipandu oleh mahasiswa PIAUD, Sherfina dan Yuniza ini, mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta yang antusias menggali strategi mendidik anak di bulan suci dengan cara yang lebih humanis dan menyenangkan.(sas)
Editor : Tasropi