430 Warga Turun Tangan, Salatiga Gaspol Wujudkan Indonesia Bersih 2029

Dhinar Sasongko • Dipublikasikan Selasa, 24 Februari 2026 | 13:40 WIB

Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Wakil Wali Kota Salatiga, Nina Agustin memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Suasana pagi di halaman Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Selasa (24/2/2026), mendadak berbeda.

Bukan sekadar apel rutin, tetapi gelombang semangat dari ratusan orang yang datang membawa satu tujuan: membersihkan kota tercinta.

Sebanyak 430 personel gabungan tumpah ruah dalam aksi kerja bakti massal (korve) memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Aksi serentak se-Jawa Tengah ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait target Indonesia Bersih Sampah 2029.

Di Salatiga, komitmen itu diwujudkan lewat gerakan nyata yang menyentuh langsung denyut kehidupan warga.

Wali Kota Salatiga, dr Robby Hernawan SpOG memimpin langsung apel kesiapan. Didampingi Wakil Wali Kota Nina Agustin, jajaran Forkopimda, Pj. Sekda, para Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah, hingga Ketua TP PKK, ia menegaskan bahwa korve massal ini bukan agenda simbolik.

“Ini implementasi nyata gerakan Indonesia Asri: Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” tegasnya.

Menurutnya, budaya peduli sampah harus dimulai dari rumah. Dari dapur keluarga, halaman kantor, hingga fasilitas publik, setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.

Ia juga meluruskan soal Perda Retribusi Sampah. Kebijakan itu, katanya, bukan untuk membebani masyarakat, melainkan mendorong kemandirian dalam memilah dan mengelola sampah agar biaya pengangkutan bisa ditekan.

Strategi yang diusung Pemkot Salatiga terbilang progresif. Sampah organik didorong selesai di sumbernya melalui biopori, jugangan, atau komposter. Artinya, tak semua sampah harus berakhir di TPA.

Sementara sampah anorganik seperti botol plastik dan kertas disalurkan ke Bank Sampah Induk untuk dikelola menjadi tabungan emas bagi warga.

Dalam momen itu, Pemkot juga menggelar aksi tukar kantong plastik dengan tas belanja ramah lingkungan — langkah kecil dengan dampak besar.

Usai apel, ratusan peserta langsung bergerak. Mereka menyebar ke sejumlah titik strategis: Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pattimura, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Pemuda. Drainase dibersihkan, sampah diangkut, dan fasilitas umum dirapikan.

Tak ada sekat jabatan. Pejabat, aparat, dan warga bahu-membahu memungut sampah. Pemandangan yang jarang terlihat, tapi memberi harapan besar.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan teleconference bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Dalam dialog virtual itu, ia mengingatkan bahwa persoalan sampah di Jawa Tengah mencapai jutaan ton per tahun dan membutuhkan keseriusan semua pihak.

Menanggapi arahan tersebut, Wali Kota Robby menegaskan akan mengoptimalkan kembali gerakan Jumat Bersih. Konsepnya sederhana namun berdampak: satu jam sebelum beraktivitas, seluruh lingkungan kerja dan warga membersihkan area masing-masing.

Gerakan ini diharapkan menjadi kebiasaan, bukan kewajiban sesaat.

Korve massal HPSN 2026 di Salatiga bukan hanya tentang memungut sampah. Ini tentang membangun kesadaran, menumbuhkan rasa memiliki, dan membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil — dari tangan-tangan yang rela kotor demi kota yang lebih bersih, sehat, dan indah.(sas)

Editor : Tasropi
hari peduli sampah nasional Nina Agustin Robby Hernawan