RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di Jalan Diponegoro, Salatiga, dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan ini digelar oleh pengurus Gereja St. Paulus Miki Salatiga sebagai wujud kepedulian sekaligus upaya merawat kerukunan antarumat beragama di Kota Salatiga.
Sejak sore hari, para anggota tim pelayanan sudah bersiap di depan gereja.
Begitu waktu berbuka semakin dekat, warga yang melintas—baik pejalan kaki maupun pengendara—tampak antusias mendekat. Pembagian takjil pun berlangsung cepat.
Dengan sigap dan ramah, para anggota tim pelayanan menyerahkan paket-paket takjil kepada masyarakat yang membutuhkan untuk berbuka puasa.
Romo Paroki St. Paulus Miki Salatiga, La Sadi Petrus, MSF, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda rutin tahunan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program tim pelayanan HAK (Hubungan Antar Kelembagaan) gereja.
“Kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kami setiap tahun. Ini bagian dari menjalin kerukunan antarumat beragama di Salatiga sebagai kota toleran di Indonesia,” ungkap Romo La Sadi Petrus.
Ia menambahkan, momen Ramadan tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan masa Pra Paskah yang juga dijalani umat Katolik.
Selama 40 hari, umat Katolik menjalankan puasa dan refleksi spiritual menjelang Paskah.
“Ini bulan berkah, di mana umat Muslim menjalankan puasa Ramadan bersamaan dengan puasa Pra Paskah kami selama 40 hari,” jelasnya.
Respons masyarakat pun sangat positif. Banyak warga menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Di tengah perbedaan keyakinan, semangat berbagi dan kepedulian sosial yang ditunjukkan Gereja St. Paulus Miki menjadi gambaran nyata harmoni yang terus terjaga di Kota Salatiga.
Melalui aksi sederhana namun penuh makna ini, nilai-nilai toleransi tidak hanya menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam tindakan nyata—menguatkan persaudaraan di tengah keberagaman. (sas)
Editor : Tasropi