Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Songsong Rejuvenasi Masif, FTIK UIN Salatiga Siapkan Pembina Pramuka Berbasis Teknologi

Dhinar Sasongko • Selasa, 27 Januari 2026 | 09:02 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Gerakan Pramuka Indonesia kini tengah memasuki babak baru yang disebut sebagai fase "Rejuvenasi Masif" pada tahun 2026.

Di bawah visi besar ini, Pramuka bertransformasi dari sekadar keterampilan lapangan tradisional menjadi salah satu penyangga utama ketahanan nasional di era digital.

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menegaskan hal tersebut saat membuka Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) di halaman Gedung Ahmad Dahlan, Selasa (27/1/2026).

Momentum perubahan ini sejalan dengan upaya revisi UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang ditargetkan tuntas oleh Kwartir Nasional pada tahun ini.

Prof. Rasimin mengungkapkan adanya usulan kuat agar Gerakan Pramuka berada langsung di bawah koordinasi Presiden untuk memperkuat sinergi lintas sektor.

Menurutnya, langkah ini krusial mengingat keanggotaan Pramuka mencakup spektrum usia yang sangat luas, melampaui batasan administratif definisi pemuda pada umumnya.

Menyikapi hal itu, FTIK UIN Salatiga bergerak taktis menyiapkan mahasiswa sebagai garda terdepan transformasi melalui perombakan kurikulum yang drastis.

Prof. Rasimin menekankan pentingnya menghapus stigma "kuno" dengan melakukan digitalisasi besar-besaran, mulai dari implementasi sistem e-surat hingga pemanfaatan big data untuk memetakan potensi jutaan anggota di seluruh tanah air.

Selain itu, kurikulum baru kini lebih difokuskan pada penguasaan teknologi, elemen kewirausahaan, serta pengembangan soft skills demi menjawab tantangan pengangguran di kalangan Generasi Z.

Antusiasme mahasiswa terhadap transformasi ini terlihat dari partisipasi 626 peserta yang mengikuti KMD hingga 1 Februari mendatang. Komposisi peserta mencakup 115 orang dari prodi PAI, 108 orang PGMI, 107 orang BKPI, 94 orang TBI, 76 orang IPA, 68 orang Matematika, serta 58 orang dari prodi PBA. Seluruh data peserta telah terintegrasi secara digital untuk mendasari penataan kelompok lapangan sekaligus sinkronisasi data nasional.

Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya dibekali materi sistem among dan manajemen keselamatan, tetapi juga terjun langsung dalam ekosistem digital melalui platform "Ayo Pramuka".

Pendataan ini difasilitasi oleh Kapusdatin Kwarda Jawa Tengah dan ditinjau langsung oleh perwakilan Kwartir Nasional sebagai persiapan menuju gelaran Jambore Nasional (Jamnas) XII. Melalui integrasi teknologi ini, standar kualitas pembina diharapkan dapat terjamin secara nasional.

Menutup arahannya, Prof. Rasimin berpesan agar seluruh mahasiswa memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan mengikuti setiap tahapan KMD dengan totalitas.

Ia meyakini bahwa proses pendidikan karakter yang matang akan menjadi modal berharga bagi masa depan mahasiswa.

"Ikuti seluruh proses KMD dengan baik, karena hasilnya tidak akan pernah mengkhianati usaha," pungkasnya tegas.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Salatiga #PRAMUKA