Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

SWS Minta Perlakuan Sama Untuk Status Modou Kane di IBL 2026

Baskoro Septiadi • Rabu, 7 Januari 2026 | 13:44 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Panasnya aroma persiapan IBL 2026 tidak hanya di lapangan. Di luar lapangan juga menghangat.

Salah satunya adalah penetapan status pemain lokal untuk Dame Diagne oleh Perbasi.    

Hal itu berimbas kepada kuota pemain asing klub yang dibelanya di IBL.

Dame Diagne adalah satu angkatan dengan Modou Kane (pemain SWS). Keduanya berusia sama, yakni 20 tahun.

Namun saat ini status Modou masih heritage alias pemain asing. Sehingga SWS hanya bisa menambah 2 pemain asing dalam IBL 2026.

"Kami baru tahu status Dame Diagne pada 16an Desember 2025. Kami pun langsung bertanya ke Perbasi dan bersurat untuk meminta keadilan perlakuan terhadap Modou," tutur Jerry Lolowang dalam acara Jersey Reveal di kampus UKSW. 

Dia mengakui jika Dame memang sering memperkuat timnas dan itu menjadi dasar dari Perbasi.

Namun ia menyebut jika Modou juga kerap memperkuat timnas 3x3. Pihaknya hanya berharap bisa memperjuangkan status Modou. 

Namun jika tidak berhasil, pihaknya berharap operator liga untuk tetap mengembalikan status Dame Diagne sebagai pemain heritage / non lokal di IBL.

"Status lokal kan karena pertimbangan timnas, namun harapan kami untuk IBL statusnya tetap sama dengan Modou," imbuh Jerry. 

Dijelaskan pula jika pada usia 21, Modou akan bisa menjadi pemain lokal. Hanya saja keputusan yang diambil operator di akhir tahun lalu, dianggap tidak berimbang.

Mengingat Modou dan Dame adalah paket produk Perbasi yang diambil di tahun yang sama. 

General Manager SWS Triesanto Romulo Simanjuntak menegaskan, pihaknya berusaha memberikan yang terbaik untuk para pemainnya.

Termasuk upaya yang dilakukan untuk memperjuangkan status Modou menjadi pemain lokal.

"Kita sudah bersurat dan berharap ada jawaban yang konkrit mengenai hal ini," tegas Tresanto Romulo.(sas)

Editor : Baskoro Septiadi
#IBL 2026 #Satya Wacana Salatiga