RADRSEMARANG.ID, SALATIGA - Evaluasi rutin menjadi kunci keberhasilan UIN Salatiga dalam mencetak guru profesional yang berdaya saing di era digital.
Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, dalam kegiatan “Evaluasi Uji Kinerja (UKin) Mahasiswa PPG Daljab Batch 3 LPTK UIN Salatiga Tahun 2025” yang diselenggarakan di Grand Wahid Hotel Salatiga, Senin (8/12/2025).
“Tanpa evaluasi rutin, organisasi berjalan seperti mobil tanpa panel indikator: tampak melaju, namun tidak ada yang tahu suhu mesin, sisa bensin, atau kecepatan yang aman. Evaluasi berkala memberikan bukti yang nyata apakah program layak diteruskan atau disesuaikan,” ujar Rasimin dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, Rasimin menjelaskan bahwa evaluasi tidak hanya memastikan efektivitas program, tetapi juga menjadi alat pengendali mutu agar pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) tetap relevan dengan kebutuhan zaman. Ia memaparkan lima alasan pentingnya evaluasi berkelanjutan.
Pertama, akuntabilitas publik dan donor, karena laporan evaluatif periodik menunjukkan penggunaan anggaran, dampak, serta pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan dan memperluas akses pendanaan berikutnya.
Kedua, pengambilan keputusan cepat, sebab temuan jangka pendek membantu mencegah kesalahan strategi sejak dini.
Ketiga, efisiensi biaya dan waktu, melalui tindakan korektif awal yang lebih hemat dibanding perombakan besar di akhir program.
Keempat, peningkatan mutu berkelanjutan (CQI) dengan menerapkan siklus plan–do–check–act (PDCA).
Kelima, manajemen risiko dan kepatuhan, agar setiap penyimpangan prosedur atau masalah etika dapat terdeteksi lebih awal.
Pada kesempatan tersebut, Rasimin juga menyampaikan capaian akademik mahasiswa PPG Daljab Batch 3.
Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh peserta berhasil menyelesaikan program dengan hasil memuaskan.
“Alhamdulillah, hampir seratus persen mahasiswa kita lulus. Dalam beberapa pekan ke depan, insyaallah akan kita kukuhkan secara hybrid, baik luring maupun daring. Saat ini kami juga sedang mengelola mahasiswa PPG Batch 4 yang berjumlah sekitar tiga ribu orang. Kami berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan agar mereka juga berhasil seperti batch sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, Mufiq, M. Phil., Ketua Jurusan Guru Kelas FTIK UIN Salatiga, menegaskan pentingnya peran guru profesional dalam menguatkan karakter pendidikan nasional.
Menurutnya, profesi guru merupakan bidang pengabdian yang menuntut integritas, tanggung jawab moral, serta dedikasi tinggi terhadap peserta didik.
“Guru profesional harus mampu menumbuhkan karakter, membangun semangat belajar, dan menjadi teladan bagi murid-muridnya,” ujar Mufiq.
Ia juga menambahkan bahwa guru masa kini perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara kreatif dan bertanggung jawab.
Guru diharapkan terus melakukan refleksi dan penelitian tindakan kelas agar proses pembelajaran tetap berpusat pada murid, bersifat inklusif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Dalam penutup paparannya, Mufiq mengajak seluruh calon guru profesional untuk menjadi penggerak perubahan positif di sekolah dan masyarakat.
“Jadilah guru yang tumbuh bersama zaman, menghadirkan inspirasi di kelas, dan menebarkan nilai kemanusiaan dalam setiap proses belajar. Dengan dedikasi, kreativitas, dan kepedulian, guru profesional akan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Profil Pelajar Pancasila serta masa depan pendidikan Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” tegasnya.
Kegiatan evaluasi ini diikuti oleh dosen, guru pamong, serta tim pengelola PPG UIN Salatiga. Agenda tersebut menjadi langkah strategis FTIK UIN Salatiga dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan PPG serta memastikan lahirnya guru-guru profesional yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan di era digital.(sas)
Editor : Tasropi