RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - "MoU ini kami gunakan sebagai titik berangkat kerja bersama. Setiap butirnya sudah kami susun jalur pelaksanaannya, sehingga inisiatif ini dapat langsung bergerak dan memberi manfaat,” ujar Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd, saat membuka kegiatan Lecturer Exchange dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (2/12).
Pada kesempatan itu, Prof. Rasimin memperkenalkan Pusat Pengembangan Akademik PTKIN, sebuah ruang kerja bersama yang disiapkan untuk penyusunan modul ajar, riset dosen, dan penyelenggaraan kelas lintas kampus. Pusat ini dijadikan fondasi agar MoU dapat berjalan melalui langkah-langkah yang terarah.
Penandatanganan MoU menjadi bagian utama rangkaian Lecturer Exchange yang diikuti 13 dosen FITK UIN Malang.
Kesepakatan ini mencakup penyusunan kurikulum, kegiatan penelitian bersama, pengembangan model pembelajaran, serta pertukaran tenaga pengajar dan mahasiswa.
FTIK UIN Salatiga menyiapkan berbagai agenda yang diharapkan memberi pengalaman akademik baru bagi kedua fakultas.
Sepanjang kegiatan, para dosen UIN Malang mengikuti sejumlah agenda, mulai dari sesi orientasi, team teaching, diskusi metodologi riset, micro workshop, hingga presentasi penelitian.
Pada bagian akhir, kedua fakultas menyusun rencana tindak lanjut berupa penetapan tema riset, penyusunan modul ajar gabungan, serta perancangan kelas lintas kampus.
Dekan FITK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A, menyampaikan bahwa pertemuan dua fakultas menjadi ruang pertukaran gagasan yang hangat.
“Pertemuan ini menghadirkan suasana yang saling menguatkan. Setiap pendidik membawa pengalaman, lalu saling memberi ruang untuk tumbuh. Dari proses itu, kualitas pembelajaran memiliki peluang besar untuk berkembang,” tuturnya.
Dalam penyampaiannya, Prof. Rasimin mengaitkan kegiatan tersebut dengan arah pengembangan PTKIN secara nasional.
Ia menyampaikan bahwa hingga akhir 2024 terdapat 27 PTKIN berstatus Unggul BAN-PT, dan hubungan akademik antar-kampus menjadi bagian penting dalam peningkatan kapasitas dosen serta kualitas pembelajaran.
“Kami ingin bergerak sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan Islam yang sedang dipacu secara nasional,” ujarnya.
Prof. Walid menambahkan bahwa inisiatif Salatiga–Malang dirancang dengan orientasi keberlanjutan.
“Setiap MoU idealnya menghadirkan kegiatan yang hidup, kegiatan yang dapat dirasakan langsung oleh dosen maupun mahasiswa. Kami menyusun kesepakatan ini dengan keterhubungan pada program nasional, termasuk MBKM berbasis riset dan pendanaan penelitian, sehingga arah kerjanya lebih jelas,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Prof. Rasimin menyampaikan rencana lanjutan FTIK UIN Salatiga.
“Program bersama kami targetkan mulai berjalan awal 2026. Kelas tamu, riset tematik, dan penyusunan kurikulum baru sedang kami siapkan dalam alur kerja yang terencana. Harapannya, langkah ini dapat menjadi contoh hubungan akademik yang hangat dan berkelanjutan bagi PTKIN lain,” pungkasnya.(sas)
Editor : Tasropi