RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Upaya pemerintah meningkatkan kualitas guru madrasah memasuki fase penting. Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah menggandeng Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga untuk melaksanakan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi 3.000 guru madrasah yang tergabung dalam PPG Batch 4 Tahun 2025.
Kerja sama tersebut diteken dalam kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Senin (17/11).
Dekan FTIK UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menyampaikan bahwa penyelenggaraan PPG Batch 4 diarahkan pada pemanfaatan riset pendidikan dan data akademik.
“Guru profesional perlu memahami analisis asesmen, kebutuhan belajar peserta didik, serta desain pembelajaran yang relevan. Kurikulum PPG disusun dengan pendekatan evidence-based education agar proses peningkatan kompetensi berlangsung terukur,” terangnya.
Untuk mengelola peserta PPG Batch 4 dalam jumlah besar, FTIK membentuk Pusat Manajemen PPG yang memfasilitasi proses akademik, administrasi, dan supervisi secara terpadu.
FTIK menyiapkan Learning Management System (LMS) dengan fitur learning analytics untuk memantau progres, tingkat partisipasi, serta tantangan akademik yang muncul selama proses pembelajaran.
“Pemanfaatan analisis data memberi peluang bagi pembimbing untuk memberikan pendampingan yang sesuai kebutuhan peserta,” jelas Rasimin.
FTIK juga mengembangkan bank studi kasus pendidikan berdasarkan hasil riset lapangan di madrasah.
Studi kasus ini digunakan sebagai media pelatihan untuk membangun kemampuan guru dalam mengambil keputusan berbasis data, misalnya terkait literasi, numerasi, atau pemanfaatan teknologi pembelajaran.
“Guru memerlukan wawasan analitis ketika menghadapi situasi kelas yang beragam. Studi kasus memberikan pengalaman yang lebih aplikatif,” tambahnya.
Kepala Direktorat GTK Madrasah Kemenag RI, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru madrasah perlu mengikuti perkembangan sains pendidikan dan teknologi pembelajaran.
Ia menjelaskan bahwa guru menghadapi tuntutan literasi digital, pemikiran tingkat tinggi, serta penerapan pembelajaran berdiferensiasi.
“Kompetensi tersebut memerlukan pembinaan yang terstruktur serta dukungan lembaga akademik yang memiliki kapasitas riset,” ujarnya.
Thobib mengemukakan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 450 ribu guru madrasah. PPG Batch 4 menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat profesionalisme guru di berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah yang memiliki jumlah guru madrasah cukup besar dan membutuhkan penguatan pedagogi modern.
Penegasan strategis disampaikan Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin Baidhawy, M.Ag. Ia menjelaskan bahwa PPG Batch 4 berperan besar dalam pengembangan riset pendidikan di UIN Salatiga.
“UIN Salatiga sedang mengembangkan Center for Islamic Education Research. Program ini menyediakan data empiris dari 3.000 peserta untuk analisis pola belajar guru, efektivitas modul, dan dinamika implementasi kurikulum madrasah. Informasi tersebut menjadi dasar pengembangan rekomendasi kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif,” tegasnya.(sas)
Editor : Tasropi