RADARSEMARANG.ID, Salatiga—Setiap tahun para guru di sekolah menengah atas (SMA) disibukan dengan persiapan siswa kelas XII untuk membekali mereka dengan materi ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Baik dari sekolah negeri maupun swasta, para guru dan siswa bersinergi guna mempersiapkan diri supaya mereka bisa masuk perguruan tinggi negeri favorit sesuai bidang ilmu yang di minati melalui porgam masuk perguruan tinggi jalur UTBK.
Namun demikian setiap tahun jalur masuk perguruan tinggi dan jenis ujiannya sering berubah, sehingga perlu diantisipasi dengan baik oleh pihak sekolah melalui peran guru mapel yang diujikan.
Perubahan jenis tes dari UTBK SBMPTN menjadi UTBK SNBT inilah yang menjadi sebuah perubahan yang tidak hanya baru untuk peserta tes, namun juga bagi guru khususnya guru SMA/ sederajat pada tahun 2025.
Salah satu mata uji UTBK adalah Bahasa Inggris yang masuk dalam kategori uji Literasi Bahasa Inggris.
Pada materi Literasi Bahasa Inggris kemampuan yang diharapkan pada siswa adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif kepada masyarakat.
Nah, untuk menjembatani pengetahuan Literasi Bahasa Inggris ini, peran dosen di perguruan tinggi sangat diperlukan.
Peran ini dapat dilaksakanan melalui salah satunya adalah kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Hal inilah yang dilaksanakan oleh Arif Suryo Priyatmojo, S.Pd., M.Pd bersama tim pengabdian kepada masyarakat dosen Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Menurut Arif Suryo Priyatmojo, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu, pihaknya melakukan kegiatan peningkatan Literasi Bahasa Inggris kepada guru-guru Bahasa Inggris SMA negeri dan swasta di Kota Salatiga.
Kegiatan persiapan SNBT ini bekerja sama dengan organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris yang difasilitasi oleh koordinator MGMP Bahasa Inggris SMA Kota Salatiga Wahyu Wiyandani, S.Pd.
“Kegiatannya terbagi menjadi beberapa aspek yakni Reading Literacy, Language Competence, Cognitive Strategy, dan Cognitive Skills. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Salatiga,” jelas dosen yang juga penulis buku penerbit Erlangga ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Dikatakan, kegiatan ini diikuti oleh 27 perwakilan guru Bahasa Inggris di Kota Salatiga baik sekolah negeri maupun swasta.
Pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan Literasi Bahasa Inggris ini terbagi menjadi beberapa sesi pertemuan selama dua minggu.
“Kami bersyukur, para guru sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir,” ucapnya.
Menurut Arif, setelah kegiatan ini, wawasan pengetahuan peserta tentang Literasi Bahasa Inggris meningkat.
Terbukti dari hasil pretest dan posttest untuk mengukur kemampuan soal Literasi Bahasa Inggris yang meningkat.
“Menurut evaluasi kegiatan pengbdian ini, para peserta mengatakan jika kegiatan ini sangat bagus dan dapat dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya jika ada perubahan materi test pada SNBT. Sehingga ada persiapan dari sekolah yang dapat disampaikan ke para siswa,” paparnya. (aro/bis)
Editor : H. Arif Riyanto