RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Puluhan hewan peliharaan kucing dan anjing atau biasa disebut juga anabul (anak bulu) mengikuti kontes fashion show yang digelar oleh Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Salatiga, Rabu (16/7/2025).
Kegiatan yang di gelar di kompleks Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Salatiga itu, hewan peliharaan lenggak-lenggok di atas panggung bersama dengan pemiliknya.
Fashion show ini menampilkan dandanan dengan berbagai kostum menarik.
Ada yang memakai kostum coboy lengkap dengan kacamata, ada yang didandani dengan memakai kostum batik biru ASN, dan ada juga yang didandani seperti cheerleader.
Tidak ketinggalan Avatar dan juga Mario Bros.
Sekitar tiga menit anabul tersebut naik ke panggung untuk menampilkan beberapa gerakan yang menggemaskan untuk dinilai oleh para juri.
Kepala Dispangtan Salatiga Henni Mulyani mengatakan, kegiatan tersebut kali pertama digelar di Kota Salatiga dan menjadi ajang uji coba.
Ternyata minat dari para komunitas anjing dan kucing cukup banyak yang tertarik dan mengikuti.
"Karena ini yang pertama kita tidak banyak aturan ya. Kita menilai dari busana, gerak, dan ekspresi hewan," terang Henni, Rabu (16/7/2025).
Diakuinya, kontes tidak dilakukan dengan banyak aturan agar para penghobi hewan peliharaan bisa mengikuti kontes. Selain itu, agar tidak membatasi ide dan kreativitas para peserta.
"Sehingga mereka bisa tampil dengan maksimal dan unik dan have fun. Untuk kontes perdana ini cukup banyak yang berminat, anjing ada 10 ekor dan kucingnya ada 18 ekor. Kita tidak pakai ras," ungkap Henni.
Henni menyebut, acara ini bertujuan untuk ajang silaturahmi para pecinta kucing dan anjing di Kota Salatiga.
Selain itu, juga untuk memberikan wadah kreativitas para pecinta hewan peliharaan.
Salah seorang peserta, Alissia mengaku tertarik mengikuti kontes fashion show anjing. Dirinya membawa anjing kesayangannya yang bernama Yuki.
Diakuinya, tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti kontes tersebut. Namun anjing miliknya itu dia latih untuk gerakan-gerakan dan juga bulu-bulunya dirapikan.(sas)
Editor : Tasropi