RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Salatiga menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Katalog Elektronik Versi 6 Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Ruang Kaloka Gedung Setda Lantai 4.
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, Sp.OG, serta jajaran pejabat daerah, pelaku pengadaan, ASN, dan penyedia jasa.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) serta penyedia jasa di lingkungan Pemkot Salatiga terkait kewajiban penggunaan metode e-purchasing melalui Katalog Elektronik.
Sosialisasi juga menekankan pentingnya keberpihakan terhadap produk dalam negeri serta pelibatan usaha mikro, kecil, dan koperasi (UMKK) dalam pengadaan barang dan jasa.
Saat membuka kegiatan, Wali Kota Salatiga menyampaikan bahwa pengadaan barang/jasa pemerintah kini telah bertransformasi ke arah digital dan perlu dijalankan secara efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.
“Pengadaan barang dan jasa harus dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas pemerintah dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap berbagai metode pengadaan berbasis elektronik seperti e-purchasing, tender cepat, hingga e-penunjukan langsung.
“Ini semua adalah bentuk percepatan sesuai amanat Inpres Nomor 1 Tahun 2015. Saya harap peserta mengikuti kegiatan ini dengan semangat dan penuh kesadaran untuk meningkatkan kualitas pengadaan di lingkungan Pemkot,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wali Kota mengajak para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pejabat pengadaan, hingga penyedia jasa untuk menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai titik tumpu dalam setiap proses pengadaan.
Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan menghadirkan narasumber dari Biro APBJ Provinsi Jawa Tengah.
Metode penyampaian dilakukan melalui pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Seluruh kegiatan didanai melalui APBD Kota Salatiga Tahun Anggaran 2025.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Bambang Susilo, dalam laporannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu meningkatkan peran serta UMKK dalam pengadaan pemerintah yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Peserta 200an orang terdiri dari Pejabat pembuat komitmen, pejabat pengadaan, bendahara di semua OPD dan pelaku usaha di kota Salatiga.
Materi simulasi transaksi pengadaan barang dan jasa melalui katalog elektronik versi 6, mulai dari kebijakan umum, pendaftaran inaproc, upload produk dan kurasi, pemesanan, serah terima, perpajakan, dan pembayaran.(sas)
Editor : Tasropi