RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp. OG membuka dimulainya Lomba Senam dan Pidato Kategori SD dan SMP di Pendopo Bung Karno Komplek Kantor DPRD Kota Salatiga, Selasa (17/6/25).
Turut hadir, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin, Ketua DPRD, Dance Ishak Palit, Ketua Perswara, Meidy Dance dan Kepala-Kepala Sekolah.
Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit menyampaikan pentingnya Pancasila dalam menyatukan Bangsa Indonesia, terutama pada peringatan Bulan Bung Karno sekarang ini.
Ia mengkritisi kurangnya pemahaman generasi muda dan sebagian guru terhadap Pancasila, serta menegaskan bahwa Pancasila adalah fondasi, bukan sekadar pilar kebangsaan.
“Jangan lupa hasil survei terakhir, 14 persen mahasiswa tidak tahu Pancasila. Mungkin sekarang lebih banyak lagi. Bahkan, ada survei yang mengatakan bahwa, 24 persen guru yang intoleran. Intoleran berarti un-Pancasila,” ungkap Dance.
Di Salatiga, Dance betul-betul merasakan menjadi Indonesia. Betul-betul merasakan menjadi Indonesia.
Ia menunjukan temannya, Salma dari Sulawesi Selatan.
"Betul-betul merasakan bagaimana menjadi Indonesia. Ada Pak Hakim dari NTT. Indonesia yang kita rasakan di mana daerah kita berasal ada di sini (Salatiga),” tambahnya.
Sementara itu, wali kota Robby Hernawan menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD dan Ketua Periswara selaku penyelenggara.
Ia menekankan bahwa, lomba pidato dan senam tingkat SD dan SMP ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pendidikan karakter anak untuk mencintai tanah air dan pahlawan bangsa.
Ia juga menyelaraskan kegiatan ini dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, khususnya dalam bidang olahraga dan belajar.
“Lomba senam mendidik anak-anak untuk gemar berolahraga. Sehingga olahraga senam ini bukan hanya untuk sekedar kompetisi saja, bukan hanya kebiasaan, tetapi menjadi kebutuhan terutama bagi anak-anak dan keluarga. Sehingga kita akan mewujudkan juga disamping sebagai kota tertoleran, Salatiga juga dikenal sbagai kota olahraga,” terang Robby.
Begitu pula dengan lomba pidato, menurut Robby bisa menjadi sarana belajar di luar kelas bagi para siswa.
Melalui lomba pidato, para peserta bisa belajar untuk mengasah bakat teknik-teknik berpidato dan dalam menyampaikan pendapat di depan umum.(sas)
Editor : Tasropi