RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Polres Salatiga mengusut kasus kecelakaan kerja terjadi di PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) Salatiga.
Sebuah truk 'ngglondor' dan menabrak supir. Korban meninggal dalam perjalanan ke RS.
Jajaran Satreskrim Polres Salatiga yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Arifin Suryanibergegas mendatangi dan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), di PT. Charoen Pokphan Indonesia (CPI) di Kota Salatiga, Jumat, 13/06/2025.
Korban kecelakaaan kerja adalah Oscar Barlian, 57 Tahun, warga Kampung Melayu, Jatinegara Kota Jakarta Timur.
Plh Kasi humas Polres Salatiga Ipda Sutopo menjelaskan kronologis singkat kejadiannya, pada hari Jumat, 13/06/2024, sekira pukul 22.00.
Korban merupakan pengemudi truk tronton dengan muatan ayam potong memasuki PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Kota Salatiga.
Setelah melewati pintu utama, kemudian petugas satpam yang bertugas mengarahkan truk tronton tersebut menuju Pos 1 Security.
Kemudian, petugas satpam yang bertugas di Pos 1 Security melakukan pengecekan tanda jalan dan memberikan rompi untuk dikenakan kepada korban sebelum melakukan penimbangan terhadap muatan yang dibawa dalam truk tronton yang dikendarainya.
Setelah dilakukan pengecekan, satpam langsung mengarahkan kepada korban untuk menuju ke pos timbang.
Selanjutnya sekira pukul 22.30 korban menuju pos timbang dengan mengendarai truk tronton tersebut.
Korban tidak langsung memarkirkan truk tronton tersebut tepat di depan pos timbang dikarenakan korban harus menyerahkan surat pengantar dokumen penimbangan terlebih dahulu.
Sehingga truk tronton tersebut diparkirkan di dekat pos timbang tetapi di jalanan yang agak miring.
Setelah truk tronton diparkirkan, korban turun dengan membawa surat pengantar dokumen yang diperlukan menuju ke pos timbang.
Setelah selesai registrasi, korban melihat sendiri jika truk tronton yang diparkirkan bergerak berjalan alias ngglondor.
Korban yang mengetahuinya seketika panik dan berinisiatif untuk menghadang jalannya truk tronton tersebut.
Namun, truk tronton tersebut menabrak dirinya sehingga terjatuh dan terlindas roda depan sebelah kanan.
"Sampai akhirnya truk tronton tersebut berhenti tepat di depan pos timbang setelah melindas dan melewati tubuh korban," ujar Sutopo.
Melihat kejadian tersebut, satpam yang bertugas di pos timbang meminta tolong kepada satpam lain yang bertugas di sekitar lokasi kejadian.
Kemudian petugas yang berada di sekitar lokasi mengevakuasi dan segera membawa korban menuju RSUD Kota Salatiga guna penanganan medis lebih lanjut.
Akan tetapi setibanya di RSUD Kota Salatiga, tak selang beberapa lama, tim medis yang menangani menyatakan korban sudah meninggal dunia.
Polisi menduga truk Tronton dengan membawa muatan dengan bobot 11 ton ayam potong tersebut, saat berhenti hand rem tidak ditarik dengan sempurna, dan jalan miring sehingga tidak cukup kuat menahan beban kendaraan. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi