Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jamal Mirdad Datang ke Salatiga Lagi, Minta Pertahankan Budaya Lokal

Dhinar Sasongko • Minggu, 1 Juni 2025 | 00:28 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Jamal Mirdad hadiri acara Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Penguatan Branding, di Hotel Grand Wahid Salatiga, Sabtu (31/5/25).
Anggota Komisi VII DPR RI, Jamal Mirdad hadiri acara Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Penguatan Branding, di Hotel Grand Wahid Salatiga, Sabtu (31/5/25).

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Anggota Komisi VII DPR RI, Jamal Mirdad berharap Salatiga mempertahankan dan memperkenalkan kembali budaya serta pariwisata yang sudah ada.

Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah dan masyarakat agar pariwisata bisa berkembang. 

“Tentu saja saya berharap Salatiga ini tetap mempertahankan budaya yang sudah ada, pariwisata yang sudah ada, dan justru harus lebih diperbesar kembali, lebih dijaga kembali, dan lebih diperkenalkan kembali untuk masyarakat Indonesia pada umumnya, luar negeri pada pokoknya. Sebab di sini sangat luar biasa menjual. Maka kalau Bapak-Bapak Kepala Pemerintahan dan masyarakat setempat ini tidak ada kesatuan, ya susah,” ucap Jamal Mirdad, pada acara Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Penguatan Branding, di Hotel Grand Wahid Salatiga, Sabtu (31/5/25). 

Diseminasi yang menghadirkan nara sumber Kepala Disbudpar Kota Salatiga, Yayat Nurhayat dan Konsultan Branding, Qisthas Tsana Noemann tersebut diikuti oleh 75 pelaku usaha pariwisata di Kota Salatiga.

Jamal Mirdad juga menekankan potensi besar Kota Salatiga dari sektor kuliner lokal, terutama yang dikelola UMKM.

Usaha kuliner dinilai tidak memerlukan banyak modal tetapi sangat menjual berkat keaslian rasanya.

Untuk itu ia mengajak agar budaya dan kuliner terus dilestarikan dan berharap kemajuan Salatiga akan berjalan lancar ke depannya.

Sementara, Asisten Deputi (Asdep) Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Kemeterian Pariwisata RI, Emi Ermawati menyampaikan, melalui strategi komunikasi yang tepat, konten yang menarik, serta pemanfaatan platform digital seperti media sosial, website, dan aplikasi wisata, kita dapat menjangkau wisatawan secara lebih luas, cepat, dan efisien.

Bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari mancanegara. 

“Kita harus membangun narasi yang kuat tentang keunikan dan kekayaan budaya lokal, keindahan alam, serta keramahan masyarakat kita, dan menyampaikannya dalam format digital yang inspiratif dan mudah dibagikan,” ungkapnya.

Emi menuturkan, tugas dari Asdep Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata adalah membuat strategi pemasaran pariwisata dan melakukan publikasi dan promosi melalui media digital, antara lain Website Indonesia.travel, sosial media melalui Pesona Indonesia dan Wonderful Indonesia untuk promosi destinasi pariwisata Indonesia.

Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp. OG, sangat mengapresiasi dalami Diseminasi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Pariwisata melalui Penguatan Branding tersebut, yang diharap dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman para peserta, yakni pelaku wisata Kota Salatiga dalam memasarkan destinasi pariwisata.

Meskipun secara geografis terbilang kecil, namun Kota Salatiga memiliki potensi pariwisata yang sangat besar dan beragam. 

Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Kota Salatiga menyimpan sejarah panjang dan kekayaan budaya yang luar biasa. Dimana saat ini Kota Salatiga telah masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia, ditetapkan sebagai Pratistha Pusaka, yang memiliki 144 bangunan cagar budaya. 

Baca Juga: Mengenal Benteng Hock di Salatiga, Cagar Budaya Bersejarah yang Konon Merupakan Rumah Milik Orang Kanada

“Selain kaya akan sejarah dan budaya, Kota Salatiga juga dikenal sebagai Kota Kreatif Kuliner, yang memiliki banyak kuliner legendaris . Ditambah dengan letaknya yang strategis yakni di koridor Joglosemar, menjadikan Kota Salatiga sangat potensial sebagai titik singgah. Hal ini telah disambut baik oleh para pelaku wisata, sehingga saat ini Kota Salatiga memiliki sekitar 38 penginapan, villa, hingga hotel berbintang 4. Dan yang saat ini tengah viral, Kota Salatiga disebut-sebut sebagai kota terbaik yang pas untuk menjalani gaya hidup slow living,” ungkap Robby.(sas)

Editor : Tasropi
#jamal mirdad #Kota Salatiga #Kekayaan Budaya