Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Bung Alex Jadi Ketua PEPADI Salatiga, Bersama Nguri Uri Seni dan Budaya Wayang

Dhinar Sasongko • Jumat, 30 Mei 2025 | 20:34 WIB
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp. OG, melantik dan mengukuhkan Alexander Joko Sulistyo Budi Yuwono, SE sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Salatiga masa bakti 2025-2030
Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp. OG, melantik dan mengukuhkan Alexander Joko Sulistyo Budi Yuwono, SE sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Salatiga masa bakti 2025-2030

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Wali Kota Salatiga dr. Robby Hernawan, Sp. OG, melantik dan mengukuhkan Alexander Joko Sulistyo Budi Yuwono, SE sebagai Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Salatiga masa bakti 2025-2030.

Seremoni pelantikan dan pengukuhan pengurus PEPADI dilakukan pada acara Pagelaran Budaya Tirakatan Malam Kamis Leginan di Pendopo Bung Karno DPRD Kota Salatiga, Rabu (28/5/25).

Dasar pengukuhan adalah Keputusan Ketua PEPADI Provinsi Jawa Tengah, KPA. H. Untung Wiyono, S.H. yang ditetapkan pada 24 Mei 2025.

Melalui pelantikan dan pengukuhan tersebut, Robby berharap PEPADI Kota Salatiga semakin solid, kompak, guyub rukun dan terus berdedikasi untuk melestarikan kebudayaan wayang ditengah gempuran budaya asing yang saat ini menjamur di Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa, wayang merupakan warisan budaya nusantara sekaligus warisan budaya dunia yang sudah diakui dan disahkan oleh UNESCO sebagai World Herritage pada tanggal 7 November 2003.

"Saya juga memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Ketua dan Anggota DPRD Kota Salatiga atas dukungan dan fasilitasi dalam upaya nguri-nguri seni dan budaya wayang ini melalui pagelaran Pentas Budaya Malam Kamis Leginan. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen pelestarian budaya di Kota Salatiga sangat tinggi,” tukas Robby.

Dengan adanya kolaborasi Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, Robby optimis, kesenian dan kebudayaan di Kota Salatiga, khususnya wayang akan terus lestari dan semakin dikenal serta dicintai banyak masyarakat.

Hal ini juga terlihat dengan banyaknya anak-anak usia TK hingga SMP yang semangat mempelajari wayang dan karawitan di sanggar Padharasa yang nantinya akan melanjutkan estafet pelestarian budaya wayang agar tidak tergerus perkembangan zaman.

“Pengurus PEPADI bukan sekadar pengelola organisasi, tetapi juga penjaga warisan budaya, pemelihara jati diri bangsa. Semoga PEPADI Kota Salatiga senantiasa guyub, kompak, solid dan maju. Mari kita bersinergi, menjaga keberlanjutan seni dan budaya agar tetap hidup, berkembang, dan relevan di era modern,” tandas Robby.

Robby bersama Ketua DPRD Kota Salatiga Dance Ishak Palit, M.Si, menyerahkan tokoh wayang kepada dalang muda Ki Andika Damar Prabasworo (mahasiswa ISI) dan Ki Ramandika Cahya (siswa SMAN 1 Salatiga) yang akan membawakan cerita Sri Mulih.

Ketua Harian PEPADI Jawa Tengah, Widodo Broto Sejati yang hadir pada pelantikan dan pengukuhan Pengurus PEPADI Kota Salatiga tersebut menegaskan bahwa peran budaya dalam diplomasi luar negeri sering diabaikan karena kurangnya tenaga ahli kebudayaan di KBRI.

Ia menyampaikan pentingnya mempertahankan keluhuran budaya di tengah krisis keteladanan.

Sebab, Indonesia adalah bangsa tua dengan sejarah panjang, yang disegani dunia selama beratus-ratus tahun.

Sementara, Ketua PEPADI terlantik, Alexander Joko Sulistyo Budi Yuwono, SE menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelantikan pengurus Pepadi Kota Salatiga setelah lima tahun vakum.

Ia menyoroti pentingnya pelestarian budaya Jawa dan Nusantara dalam menghadapi tantangan budaya asing dan digital.

Selanjutnya, ia mendorong semangat para pengurus baru serta menyerukan sinergi antara masyarakat, pemerintah kota, DPRD, dan Dinas Kebudayaan untuk menghidupkan kembali kegiatan seni seperti pedalangan, kerawitan, dan tari.

Harapannya, generasi muda juga dapat menjadi pelopor dalam mempelajari dan mencintai kebudayaan tradisional.

Meski mengakui keterbatasan pribadinya dalam berbahasa Jawa halus dan dunia pedalangan, ia tetap merasa terpanggil untuk memimpin PEPADI.

Ia berharap, kegiatan budaya bisa menarik minat anak-anak untuk menjadi pelopor pelestarian budaya.(sas)

Editor : Tasropi
#DPRD Kota Salatiga #budaya asing #Robby Hernawan #Wali Kota Salatiga #Pagelaran Budaya #kebudayaan tradisional