RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Warga Salatiga mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga untuk melakukan percepatan rencana pelebaran jalan raya Tingkir - Barukan.
Pelebaran jalan raya mendesak dilakukan karena pada momen libur panjang seperti Lebaran kemarin, arus lalu lintas di jalan tersebut padat dan kerap terjadi kemacetan.
Sebab, jalan tersebut merupakan akses keluar masuk Gerbang Tol Tingkir, Salatiga.
Tentunya kondisi jalan yang sempit tidak layak dilewati kendaraan besar seperti bus dan truk.
Terlebih saat pagi dan sore hari, arus lalu lintas sangat padat.
Ribuan pekerja dari Salatiga dan Kabupaten Semarang melintasi jalan tersebut.
Pagi dan sore arus lalu lintas di sepanjang jalan mulai dari Terminal Tingkir hingga exit tol sangat padat. Bahkan terkadang macet kalau banyak bus dan truk yang melintas.
Alif mengatakan, sepanjang jalan mulai Tingkir hingga Barukan banyak persimpangan jalan menunju perkampungan warga.
Saat arus lalu lintas padat, sering terjadi kemacetan karena banyak warga ke luar masuk kampung.
Imbasnya, jalan menjadi rawan kecelakaan.
"Saat arus lalu lintas padat, warga yang hendak ke luar dari kampung juga harus bersabar menunggu benar benar ada jeda kendaraan yang melintas," Imbuh Nanik, warga Tingkir.
Sementara itu, untuk melebarkan jalan kawasan exit tol harus membebaskan ratusan bidang tanah milik warga. Sejauh ini, pembebasan lahan warga masih dalam proses.
Pembangunan akses jalan exit tol Tingkir diestimasikan membutuhkan lahan seluas sekitar 26.000 meter persegi.
Kebutuhan lahan ini dihitung berdasarkan panjang dan lebar jalan yang akan dibangun.(sas)
Editor : Tasropi