RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Wali Kota Salatiga dr Robby Hernawan SpOG bersama dengan Forkopimda, Ketua TP PKK, Sekda, dan seluruh anggota Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (TJKPD) melakukan inspeksi keamanan pangan di pasar tradisional dan pasar modern yang ada di Salatiga. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (26/3/25).
Robby memimpin langsung pelaksanaan inspeksi. Dalam kesempatan ini Robby dan rombongan ikut melakukan inspeksi ke Pasaraya 1 dan Superindo, sementara Tim TJKPD membagi tugas melakukan inspeksi ke 4 swalayan modern (Aneka Jaya, Luwes, Ramayanan dan Superindo), pasar tradisional (Pasaraya 1), dan 2 toko grosir penyedia sembako (Toko Sumber Manis dan Dadi Agung).
Robby berpesan kepada tim agar berfokus pada mengawasi peredaran bahan makanan dan memastikan produk-produk di pasaran aman. "Awasi peredaan bahan pangan dan pastikan produk yang dijual di pasar serta pusat perbelanjaan aman, layak konsumsi dan bebas dari bahan berbahaya," ingatnya.
Robby juga menyoroti polemik yang berkembang di masyarakat terkait produk minyak. "Terkait dengan berkembangnya polemik di tengah masyarakat tentang volume Minyak Kita yang ditemukan tidak sesuai dengan informasi pada kemasan, saya minta kita secara khusus melakukan inspeksi pada produk tersebut, terutama yang dijual di grosir penyedia sembako," tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga, Henni Mulyani, menyampaikan bahwa kegiatan inspeksi ini rutin dilakukan sejak tahun 2022. Untuk menjamin keamanan dan mutu makanan yang beredar di pasar, akan dilakukan pengambilan sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk dicek kandungan apakah mengandung bahan yang berbahaya.
"Kami laporkan yang masih perlu diperbaiki adalah terkait dengan sanksi yang diberikan. Selama ini yang diberikan adalah sanksi administrasi, sedang kita siapkan payung hukum agar ada sanksi yang lebih tegas terhadap penyalahgunaan keamanan bahan pagan ini, misal dengan sanksi penyitaan dan sebagainya," tambahnya.
Rombongan selesai apel langsung menuju ke Pasaraya 1 dilanjutkan ke Superindo. Di lokasi tersebut, Robby dan jajaran Forkopimda melakukan dialog langsung dengan pedagang serta masyarakat terkait ketersediaan bahan pangan, perkembangan harga, asal usul bahan pangan serta cara penyimpanan bahan pangan tersebut menjelang hari raya idul Fitri.
Salah satu pedagang daging sapi Juwariyah, 58, mengaku, minat konsumen untuk membeli daging menjelang lebaran Idul Fitri tahun ini mengalami penurunan.
Dibandingkan periode lebaran tahun lalu kata dia, konsumen daging jauh lebih baik minimal pembeli membeli daging 1,5 kilogram sampai 2 kilogram. Sedang kondisi saat ini, masyarakat yang membeli daging minimal 1/4 kilogram maksimal 1 kilogram. Harga saat ini mencapai Rp 125 ribu per kilogram.(sas)
Editor : Tasropi