Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sejarah Panjang dan Cerita Rakyat Terkait Penamaan Daerah Tuntang di Kabupaten Semarang

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 5 Maret 2025 | 00:24 WIB
Potret: Stasiun Tuntang di Jaman Hindia Belanda
Potret: Stasiun Tuntang di Jaman Hindia Belanda

RADARSEMARANG.ID - Jika kerap melewati jalan raya Semarang-Solo tentunya kita sudah tak asing dengan wilayah yang bernama Tuntang di Kabupaten Semarang.

Selain karena tempatnya yang berbatasan langsung dengan Kota Salatiga, wilayah Tuntang juga dikenali karena kepopuleran cerita rakyat Baru Klinting yang ada di Rawa Pening.

Tuntang juga memiliki destinasi wisata menarik lainnya diantaranya adalah Taman Wisata Goa Rong dan juga Taman Hiburan Saloka yang disebut menjadi tempat bermain terbesar di Jawa Tengah.

Wilayah dengan potensi besar tersebut konon juga memiliki sejarah panjang yang menyertainya serta cerita rakyat tentang penamaan Tuntang yang cukup unik.

Jadi bagaimanakah awal mula sejarah daerah Tuntang ini bermula?, mari kita kulik lebih lanjut lewat berbagai informasi yang telah diperoleh.

Sejarah Penamaan Tuntang 

Menurut Forum Masyarakat Tuntang, penamaan awal wilayah ini berasal dari legenda dari Kyai Putih yang merupakan pembawa ajaran Islam di wilayah ini.

Karena kondisi geografisnya yang memiliki sungai dikelilingi oleh hutan hujan yang lebat, konon wilayah tersebut sangat rimbun serta mengisolasi suara yang timbul dari dalam wilayah ini.

Berkat tradisi umat muslim setempat yang membunyikan kentongan di waktu-waktu tertentu untuk pertanda ibadah sholat, maka suara tersebut bergema menciptakan bunyi TUNG TANG yang silih berganti.

Kyai Putih yang mendengarkan bunyi tersebut lalu suatu hari berpesan kepada para pengikutnya agar menamai wilayah tersebut dengan nama Tuntang yang berasal dari pantulan bunyi kentongan tersebut.

Berbeda dengan kisah Rawa Pening atau Legenda Baru Klinting yang kerap kita dengar dari buku-buku di masa kecil, pembentukan Rawa Pening dalam versi ini terkait dengan pembendungan sungai yang ada di Tuntang.

Di daerah tersebut, terbentuk sebuah bendungan buatan Belanda yang berpusat di wilayah Njelog, namun karena debit air yang makin melimpah akhirnya sebagian air ditumpahkan ke sebuah desa yang telah dikosongkan hingga kini membentuk Rawa Pening.

Baca Juga: Sejarah Kuburan Tapol 65 di Makam Massal Hutan Plumbon Semarang dan Rekonsiliasi Oleh Unesco

Di masa Kolonial Hindia Belanda, Tuntang kembali menjadi spotlight yang krusial bahkan berkaitan dengan negara-negara yang ada di Eropa seperti Prancis, Inggris dan Belanda.

Kejadian tersebut dinamai dengan peristiwa Kapitulasi Tuntang, dilatarbelakangi oleh kemenangan Inggris atas pasukan koalisi Belanda-Prancis-Mangkunegaran di Semarang dan Ungaran.

Kemudian berlanjut dengan penyerahan seluruh Jawa kepada pihak Inggris yang ditandangani oleh Jenderal Janssens dan Jenderal Auchmuty di Tuntang.

Peristiwa ini mengukuhkan posisi Inggris dan pada akhirnya melambungkan nama Thomas Stamford Raffles sebagai Gubernur Jenderal atas masa pendudukan Inggris di Nusantara.

Source: Forum Masyarakat Tuntang, SMA 13 Semarang

Editor : Baskoro Septiadi
#Sejarah Penamaan Tuntang #Cerita Rakyat Tuntang #Tuntang Kabupaten Semarang #Sejarah Tuntang #Sejarah Kabupaten Semarang