RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, menyambut kunjungan dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN RB, Otok Kuswandaru beserta jajarannya di Pemerintah Kota Salatiga, Kamis (19/12/24).
Otok bersama tim mengawali kunjungan di Mall Pelayanan Publik (MPP) Salatiga, Puskesmas Mangunsari, dan diakhiri di kantor Wali Kota Salatiga.
Otok mengungkapkan bahwa, MPP adalah salah satu bentuk kebijakan Pemerintah dalam rangka memberikan kepuasan kepada masyarakat.
Baca Juga: Bukan di Plaza Simpang Lima, MPP Terminal Mangkang Semarang Ternyata Akan Dipindah ke Gedung Ini
Selain memuaskan, MPP juga memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan-pelayanan yang kita sediakan.
“Kenapa muncul MPP, karena sebenarnya makna dari MPP bukan membangun gedung yang megah seperti mall, tetapi bagaimana kita menyatukan seluruh jenis pelayanan publik di dalam satu atap,” tandasnya.
Otok menilai, MPP Salatiga memiliki keunggulan karena posisinya yang sangat strategis, mudah dijangkau dan aksesnya yang dekat dari manapun.
Meski demikian, MPP juga harus terus berupaya untuk inklusif.
Artinya, semua masyarakat, apapun kondisinya, apapun statusnya memiliki akses yang sama, walaupun perlakuannya bisa saja berbeda.
“Pak Wamen (Wakil Menteri PAN RB) itu sudah menyampaikan beberapa rumus simple, bahwasanya rumusnya adalah, kepuasan masyarakat sama dengan ketulusan plus kecepatan. Jadi, orang yang ditempatkan dalam MPP ini salah satunya adalah orang yang senang melayani. Yang kedua adalah kecepatan, ini kaitannya adalah bagaimana upaya mempercepat proses selesainya pelayanan,” terang Otok.
Seusai meninjau MPP yang ada di Jl Pemuda 1 Salatiga, Otok Kuswandaru beserta jajaran melanjutkan tinjauannya ke Puskesmas Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Salatiga.
Puskesmas Mangunsari kini tengah mengikuti Kempetisi Inovasi Publik (KIP) dengan program Gerbek Melati (GErakan BErsama Kita MEncegah, menangguLAngi, dan mengobaTI) penyakit tidak menular usia produktif dan lansia.
"Selamat datang, Sugeng rawuh di kota Salatiga kepada Bapak Deputi beserta seluruh jajarannya. Kalau Belanda nyebutnya salah satu kota terindah di Jawa waktu itu juga salah satu kota tertoleran di Indonesia juga terkenal dengan kota Indonesia ini juga kota gastronomi. Banyak makanan kuliner di sini yang di tempat lain ada, tetapi di sini punya kekhasan tersendiri, ada ronde ini ada Ronde Jago, kemudian ada Enting-Enting Gepuk ini kemudian ada lagi tadi Sambal Tumpang Koyor. Lalu, kami mengucapkan terima kasih yang tulus atas bimbingan dan arahan dari Kementerian PANRB selama ini, sehingga pemerintah kota Salatiga dapatkan menjalankan fungsi pelayanan publik dengan baik dan melahirkan berbagai inovasi pelayanan publik," ujar Yasip Khasani.(sas)
Editor : Tasropi