RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Dalam rangka kegiatan parenting, SD St. Theresia Marsudirini 77 Salatiga mengadakan diskusi dengan tema "Kolaborasi dalam Pendampingan Anak Generasi Alpha dan Masa Kini", Sabtu, 16 November 2024.
Diskusi ini dipandu oleh Narasumber Yustinus Windrawanto.
Dalam presentasinya, Windrawanto mengatakan bahwa tantangan orang tua dalam mendidik anaknya adalah bagaimana menyesuaikan pola pikir anak anak jaman Now.
"Dalam mendidik anak, kita ini sebagai orang tua termasuk kriteria yang mana
Autocratic Style alias diktaktor, Permissive Style dimana anak diberi keleluasaan, atau Democratic Style dimana pelibatan anak dalam pengambilan keputusan lebih diutamakan?" Tanya Windrawanto Dosen Bimbingan Konseling UKSW.
"Kita harus sadar, anak anak Generasi Alpha lahir sebagai generasi native alias mereka lahir antara tahun 2010-2025 yang sejak kecil terpapar dengan dunia digital secara terus menerus. Maka kita sebagai orang tua harus paham dan pintar pintar masuk ke halaman mereka," Ungkapnya.
Ari Budi salah satu orang tua yang menjadi peserta mengatakan bahwa tantangan menjadi orang tua sekarang adalah soal pola pikir anak anak.
"Tidak mudah memang mendampingi anak anak sekarang, maka kegiatan seperti ini menginspirasi saya supaya saya bisa mendidik anak saya dengan menyesuaikan gaya dan pola pikirnya. Ini tidak mudah tapi demi kepentingan yang terbaik untuk anak kita, orang tua harus berani mengalah, " Kata Ari Budi.
Kegiatan parenting ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya.
Diharapkan dari kegiatan seperti ini pola asuh anak baik di sekolah maupun dirumah bisa terlaksana secara baik.
"Dalam mendidik anak anak, kami berharap terjadi kolaborasi yang efektif dan meaningful antara anak didik, orang tua dan bapak ibu guru di sekolah. Ini akan memberikan jaminan ruang untuk tumbuh kembang anak yang lebih baik." Kata Nuzul Tri Prastiwi, Kepala Sekolah SD St. Theresia Marsudirini 77 Salatiga.
Untuk memeriahkan acara parenting, anak anak di ajak menggambar bersama orang tuanya dan mereka diajak bermain 10 permainan tradisional bersama dengan Prodi Destinasi Pariwisata Universitas Kristen Satya Wacana.
"Kami punya tanggung jawab untuk mengenalkan berbagai permainan tradisional yang sudah mereka tinggalkan, anak anak perlu tahu permainan ini yang sangat kuat pemaknaanya. Dan forum ini tepat sekali karena permainan tradisional juga bisa menjadi media pembelajaran untuk anak anak didik. Belajar itu harus dengan senang hati" Kata DR Lasti Nur Satiani salah satu Dosen di UKSW ini.
Kebahagiaan juga nampak pada anak anak yang hadir. Mereka asyik bermain selagi orang tua mereka mengikuti kegiatan parenting.
"Aku tadi senang karena bisa menggambar bareng bapak, dan setelah gambar juga bisa mainan sama teman teman yang lain," Kata Axel Julian salah satu siswa.(sas)
Editor : Tasropi