Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Program Roots Mengajak Pelajar Berperan Aktif sebagai Agen Perubahan

Dhinar Sasongko • Kamis, 10 Oktober 2024 | 00:10 WIB
Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, saat menghadiri Olimpiade Matematika Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)
Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, saat menghadiri Olimpiade Matematika Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Perundungan masih menjadi isu serius di lingkungan pendidikan. Program Roots dari UNICEF hadir sebagai solusi inovatif untuk menghentikan perundungan melalui penyebaran budaya positif di kalangan pelajar.

Hal ini ditegaskan oleh Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, saat menghadiri Olimpiade Matematika Nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Matematika, Rabu (09/10/2024).

“Program Roots mengajak seluruh pelajar menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari perundungan. Ini merupakan program yang sangat baik, dan kita perlu mendorong setiap institusi pendidikan untuk mensukseskan inisiatif ini,” kata Prof. Rasimin.

Ia juga menyampaikan bahwa Olimpiade Matematika ini merupakan wadah untuk mengasah kemampuan literasi dan numerasi, sekaligus menjadi media untuk menanamkan semangat ideologis dari program Roots.

“Kreativitas HMPS Matematika dalam menyelenggarakan acara ini luar biasa. Saya harap, ke depan, program Roots dapat diintegrasikan dalam berbagai kegiatan, termasuk olimpiade ini, guna membangun budaya positif dan kolaboratif,” tambahnya.

Program Roots dari UNICEF adalah inisiatif yang mengajak pelajar berperan aktif sebagai agen perubahan di sekolah, dengan tujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan bebas dari perundungan.

Program ini memberdayakan pelajar untuk menjadi pemimpin yang mempromosikan interaksi positif serta menghentikan perilaku yang mengarah pada perundungan.

Melalui keterlibatan langsung, pelajar diharapkan mampu menyebarkan pengaruh positif di antara teman-teman mereka dan berkontribusi pada lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.

Prof. Rasimin menegaskan pentingnya integrasi program Roots ke dalam berbagai kegiatan pendidikan.

“Menggabungkan program Roots dalam event seperti olimpiade ini dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya rasa saling menghormati dan kerja sama antar peserta didik,” ujarnya.

Olimpiade Matematika Nasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah melalui persaingan ketat, Elvaretta Aileen Chrestella dari SMA 12 Bekasi berhasil meraih juara 1, disusul oleh Ahmad Yusuf Darmawan dan Affarel Nurazmi Setiawan dari MAS Islamiyah sebagai juara 2 dan 3.

Selain Olimpiade, HMPS Tadris Matematika juga menggelar seminar nasional dengan tema literasi dan numerasi di era digital.

Seminar ini menghadirkan Rina Dwi Setyawati, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Matematika dari Universitas PGRI Semarang, yang memaparkan pentingnya penguasaan literasi numerasi untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Ketua HMPS, Ahmad Aji Mustofa, menyampaikan harapannya agar acara seperti ini dapat terus dikembangkan dengan mengintegrasikan nilai-nilai positif seperti yang dicanangkan dalam program Roots.

“Kami berharap dapat menelorkan ekosistem pendidikan yang terbuka dan penuh kolaborasi, sesuai dengan semangat program Roots. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan ruang belajar yang lebih aman dan produktif,” ujarnya.

Dengan suksesnya penyelenggaraan Olimpiade Matematika ini, diharapkan kegiatan serupa terus digelar guna mendorong potensi akademik siswa sekaligus memperkuat budaya positif di lingkungan pendidikan.

Integrasi program Roots diharapkan dapat menjadi salah satu strategi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang berprestasi, inklusif, dan bebas dari perundungan.(sas)

Editor : Tasropi
#unicef #Literasi Numerasi #olimpiade matematika #UIN Salatiga