RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Salatiga dihadapkan pada berbagai tuntutan dalam menjalani program mereka, mulai dari pendalaman materi profesional dan pedagogi, lokakarya, pengajaran, hingga ujian komprehensif.
Tekanan yang cukup berat ini berpotensi menyebabkan mahasiswa mengalami stres psikologis, bahkan berisiko menimbulkan perasaan nihilisme.
Hal itu disampaikan oleh Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Ketua Pengelola PPG LPTK UIN Salatiga, dalam acara Pelatihan Penyusunan Portofolio dan Induksi UKM bagi Mahasiswa PPG Batch 1 LPTK UIN Salatiga, yang dihelat di Dinas Pendidikan Kabupaten Blora pada Kamis (26/9/2024).
Menurut Prof. Rasimin, nihilisme adalah kondisi psikologis di mana mahasiswa PPG merasakan absurditas, kegelisahan, putus asa, dan kehilangan semangat belajar.
"Konsep ini dimodifikasi dari gagasan nihilisme yang diapungkan oleh Friedrich Nietzsche, seorang filsuf kontroversial pada akhir abad ke-19," jelas Prof. Rasimin.
Untuk mencegah mahasiswa terjebak dalam kondisi nihilisme, Prof. Rasimin menggaris bawahi pentingnya pendekatan empatik oleh para dosen. "Kami selalu menanamkan komunikasi berbasis empatik kepada seluruh pengajar PPG. Prinsipnya, semua pengajar harus penuh senyum dan menerapkan 'sersan'—serius tapi santai—dalam mengajar," ungkapnya.
Lebih lanjut, Prof. Rasimin mendorong mahasiswa PPG untuk menjadi seorang 'Ubermensch' atau manusia unggul, yang mampu melampaui nilai-nilai tradisional, mengatasi perasaan hampa, memiliki kehendak untuk berkuasa (will to power), serta kreatif dan produktif.
"Mahasiswa harus siap menerima ketidakpastian dan terus maju," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PPG UIN Salatiga, Imam Subqi, M.Si., mengulas esensi pelatihan penyusunan portofolio dan induksi UKM PPG sebagai langkah awal dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi ujian akhir.
"Melalui kegiatan ini, mahasiswa akan dipandu untuk sukses dalam menyusun portofolio dan memahami soal-soal ujian. Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya," ujarnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si., yang didampingi oleh Kepala Bidang GTK Blora, Karyono, S.T., M.T. Sunaryo memfokuskan perhatian pada gelar profesional bagi seorang guru.
"Gelar profesional adalah impian setiap guru. Dengan gelar ini, kualitas guru akan meningkat, baik dari aspek keilmuan maupun kesejahteraan. Oleh karena itu, Bapak/Ibu guru PAI Kabupaten Blora harus memantaskan diri dengan meningkatkan kompetensi profesional, pedagogi, sosial, dan kepribadian, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat," pesannya.
Acara ini berlangsung dengan penuh kegembiraan dari peserta, yang terdiri dari guru PAI mahasiswa PPG LPTK UIN Salatiga wilayah Blora.
Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa PPG UIN Salatiga siap menghadapi ujian akhir dan mengembangkan diri menjadi pendidik yang unggul serta berintegritas.
Dengan dukungan dari dosen dan lembaga terkait, mereka diharapkan mampu melewati tantangan akademik dan psikologis, serta siap menjadi guru profesional yang berkomitmen tinggi.(sas)
Editor : Tasropi