Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Intelektualitas Jadi Kunci Sukses Pengelola PPG, UIN Salatiga Jadi Role Model

Dhinar Sasongko • Jumat, 6 September 2024 | 20:14 WIB
UIN Salatiga menyambut kedatangan tim Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukit Tinggi pada Jumat (6/9).
UIN Salatiga menyambut kedatangan tim Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukit Tinggi pada Jumat (6/9).

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Ketua Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (LPTK) UIN Salatiga, Prof. Dr. Mansur, M.Ag., menyampaikan bahwa tugas utama pengelola Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa.

Lebih dari itu, pengelola juga harus menjadi teladan, yang memerlukan intelektualitas.

Hal ini disampaikan saat menyambut kedatangan tim Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukit Tinggi pada Jumat (6/9).

"Intelektualitas yang saya maksud adalah kemampuan seseorang untuk merumuskan ide dan abstraksi tentang realitas kehidupan. Dengan kemampuan ini, seseorang dapat memberikan pencerahan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa," ungkap Prof. Mansur.

Menanggapi pernyataan tersebut, Ketua Pengelola PPG UIN Salatiga, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., menambahkan bahwa intelektualitas memungkinkan seseorang menjadi insan ulul-ilmi, yaitu cendekia yang mampu menghasilkan karya konkret.

"Karya-karya tersebut menjadi monumen historis kultural yang berkontribusi pada peningkatan martabat peradaban," jelasnya.

Lebih lanjut, Prof. Rasimin menjelaskan bahwa selain menjadi insan ulul-ilmi, seseorang dengan intelektualitas juga dapat menjadi insan ulul-albab, yakni seseorang yang memiliki ilmu luas dan mendalam.

"Dengan intelektualitas yang dimiliki, seseorang bisa dianggap sebagai insan mumpuni," tambahnya.

Dalam forum tersebut, Mufiq, M.Phil., Ketua Jurusan Guru Kelas FTIK UIN Salatiga, menganalogikan insan ulul-albab dengan filosofi Jawa sugih tanpo bondho, yang berarti kekayaan jiwa dan ilmu, bukan materi.

"Orang yang sekti tanpo aji-aji itu hebat karena ilmunya, bukan karena mantra. Semakin tinggi ilmunya, semakin rendah hati," ujarnya.

Kunjungan tim dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukit Tinggi dipimpin oleh Dekan FTIK, Dr. Junaidi, S.Ag., M.Pd., yang turut membawa wakil dekan, ketua prodi, dan dosen.

"Kami datang untuk menambah wawasan dan belajar dari PPG UIN Salatiga yang sudah terbukti berstatus unggul," kata Dr. Junaidi.

"Kami sangat tertarik untuk memahami praktik-praktik unggulan yang diterapkan di sini, terutama dalam hal pengelolaan dan implementasi program. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan insight berharga untuk menyempurnakan program PPG kami. Selain itu, kami juga ingin menjalin kerja sama lebih lanjut dan berbagi pengetahuan untuk mendukung pengembangan pendidikan profesi guru secara lebih efektif di kedua institusi," tambahnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat mempererat kerja sama antara FTIK UIN Salatiga dan FTIK UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukit Tinggi, serta memfasilitasi pertukaran pengalaman dalam pengelolaan PPG.

Kedua institusi berharap saling belajar untuk meningkatkan mutu pendidikan profesi guru, dengan tujuan bersama mencetak tenaga pendidik berkualitas dan berkontribusi pada kemajuan pendidikan nasional.(sas)

Editor : Tasropi
#program ppg #Ketua Jurusan #UIN Salatiga #Tenaga Pendidik