Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pengembangan Potensi Ekonomi Hijau dan Biru di Desa Rowoboni Melalui KKN Terintegrasi UIN Salatiga

Dhinar Sasongko • Jumat, 30 Agustus 2024 | 23:40 WIB
Acara penarikan mahasiswa KKN terintegrasi di Desa Rowoboni Banyubiru, Jumat (30/8)
Acara penarikan mahasiswa KKN terintegrasi di Desa Rowoboni Banyubiru, Jumat (30/8)

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA - Pertumbuhan ekonomi yang pesat sering kali menimbulkan eksternalisasi negatif terhadap lingkungan, terutama pada ekosistem lokal.

Hal ini menjadi perhatian Viktor Purhanudin, Dosen Pembimbing Lapangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terintegrasi UIN Salatiga, yang mengamplifikasi pentingnya mengurangi dampak negatif tersebut demi menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Viktor saat acara penarikan mahasiswa KKN terintegrasi di Desa Rowoboni Banyubiru, Jumat (30/8/2024).

Ia mendorong mahasiswa KKN untuk menerapkan konsep ekonomi hijau dan ekonomi biru.

“Ekonomi hijau berfokus pada pertumbuhan ekonomi yang mempertimbangkan kelestarian keanekaragaman hayati, sedangkan ekonomi biru berorientasi pada pembangunan ekonomi yang mengedepankan etika kelautan,” jelas Viktor.

Desa Rowoboni, yang kaya akan sumber daya alam, memiliki potensi besar untuk mengembangkan kedua konsep tersebut.

“Dengan potensi ini, penting untuk mengadopsi paradigma ekonomi hijau dan biru agar wilayah ini tetap lestari di masa depan. Mahasiswa KKN kami diarahkan untuk mensosialisasikan konsep ini sebagai program unggulan,” tambah Viktor.

Sebagai contoh konkret, mahasiswa KKN terlibat dalam program pengumpulan limbah plastik dari kawasan Rawa Pening dan destinasi wisata sekitar Rowoboni.

Limbah tersebut didaur ulang menjadi karya seni kriya, memberikan alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat setempat.

Selain konsen pada lingkungan, KKN Terintegrasi UIN Salatiga juga mengusung program moderasi beragama.

Viktor Purhanudin menjelaskan bahwa moderasi beragama dapat mengatasi konflik sosial yang sering timbul akibat interpretasi agama yang sempit.

“Kami mendorong mahasiswa untuk menyebarluaskan nilai-nilai moderasi beragama, baik melalui interaksi langsung dengan warga Desa Rowoboni maupun kampanye di media sosial,” ujarnya.

Kepala Desa Rowoboni, H. Agus Salim, memberikan apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa UIN Salatiga dalam program KKN Terintegrasi di desanya.

Menurut Agus Salim, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru dan dampak positif bagi masyarakat.

"Program KKN ini benar-benar memberikan manfaat bagi warga. Mahasiswa terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian dan yasinan, serta aktif mengorganisasi acara lomba-lomba yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat," kata Agus Salim.

Agus Salim juga menambahkan bahwa mahasiswa turut memberikan edukasi dan penyuluhan yang sangat dibutuhkan, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan moderasi beragama.

"Kehadiran mereka membantu kami meningkatkan kualitas hidup warga dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Rowoboni," imbuhnya.

Kehadiran mahasiswa KKN menghasilkan sinergi positif antara masyarakat desa dan dunia akademis, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam membangun desa yang lebih baik.

"Kami berharap program-program seperti ini dapat berlanjut karena manfaatnya sangat besar bagi pembangunan dan kesejahteraan desa kami," pungkas Agus Salim.

Dengan penarikan mahasiswa KKN Terintegrasi ini, diharapkan program-program yang telah dijalankan memberikan dampak positif berkelanjutan bagi Desa Rowoboni, baik dari segi ekonomi maupun sosial.(sas)

Editor : Tasropi
#ekonomi hijau #Sumber Daya Alam #Ekonomi Biru #moderasi beragama #UIN Salatiga #pembangunan ekonomi