RADARSEMARANG.ID - Provinsi Jawa Tengah sebentar lagi akan merayakan Hari Jadi yang ke-79.
Peringatan Hari Jadi Jawa Tengah yang ke-79 ini jatuh pada 19 Agustus 2024, dan acaranya dikabarkan berpusat di kota Salatiga.
Sejarawan Undip (Universitas Diponegoro) Semarang mengatakan bahwa, Jawa Tengah sebagai provinsi merupakan bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, hal tersebut dibuktikan dengan adanya sidang PPKI yang terjadi pada 19 Agustus 1945.
Pada sidang PPKI ini telah memutuskan Jawa Tengah menjadi provinsi bersama dengan 7 wilayah lain.
Menurut kanal YouTube @VisitJawaTengah, peringatan Hari Jadi ke-79 Jawa Tengah akan mulai digelar pada 18-20 Agustus 2024 di Lapangan Kampus 3 UIN Salatiga.
Adapun beberapa acara yang akan digelar adalah sebagai berikut;
Jateng Expo
Pameran yang menampilkan produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai produk lokal, seperti kerajinan tangan, makanan khas, dan tekstil.
Festival Produk Jamu dan Kuliner
Acara ini mengangkat kekayaan kuliner tradisional Jawa Tengah, termasuk pameran produk jamu.
Pengunjung juga dapat mencicipi dan membeli produk kuliner UMKM seperti makanan ringan, dan hidangan khas Jawa Tengah.
Pentas Seni Budaya
Pertunjukan seni tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Termasuk diantaranya ada kesenian tarian, musik, teater, dan seni rupa yang memperlihatkan keberagaman budaya provinsi ini.
Festival Band Pelajar
Kompetisi band pelajar dari berbagai sekolah di Jawa Tengah. Para peserta akan tampil dengan semangat dan kreativitas mereka.
Selain itu, acara ini juga akan dimeriahkan dengan serangkaian kegiatan menarik lainnya.
Diantaranya seperti Jateng Fun Run 7.9 K, Harvesting Gernas BBI BBWI Jateng 2024, festival lampion dan kembang api, hingga Jateng Bersholawat.
“Momentum peringatan hari lahir Jawa Tengah diharap dapat membangun kesadaran kolektif, untuk merasa memiliki Jawa Tengah,” ungkap Prof Dr Yety Rochwulaningsih yang dikutip dari laman jatengprov.go.id.
“Kalau punya rasa memiliki, akan mencintai dan menimbulkan kerelaan untuk berbuat sesuatu,” pungkas sejarawan Undip Semarang tersebut.
Editor : Baskoro Septiadi