RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Rasa penasaran mencoba bus Cititrans, pemain baru jurusan Bandung-Yogyakarta akhirnya tuntas.
Senin (24/6/2024) berhasil mencoba dari Bandung menuju Salatiga.
Perusahaan dibawah naungan Bluebird ini sejak April 2024 mulai mengoperasikan bus.
Sebelumnya hanya dikenal dengan shuttle memakai armada kecil.
Kini bus Cititrans melayani kelas premium. Hanya ada satu trip dari Bandung/Yogyakarta saban harinya. Pagi dari Yogyakarta dan malam dari Bandung.
Bus menggunakan karoseri Adiputro yakni Jetbus 5 single glass. Pintu depan dan tengah.
Terbagi dalam dua kelas yakni suite dengan tarif 450 ribu dan super eksekutif Rp 350 ribu.
Kelas suite hanya ada empat kursi. Dan kelas super eksekutif ada 16 seat. Total 20 penumpang.
Kelas suite, full servis layanannya di tiap bangkunya. Hampir mirip seat kelas bisnis pesawat.
Sementara untuk super eksekutif, menawarkan kelonggaran tempat duduk. Ditambah legrest membuat nyaman penumpang.
Di Bandung, bus datang ke terminal Cicaheum pada pukul 18.20 dan berangkat tepat pukul 19.00.
Kemudian menuju agen Cititrans Pasteur. Dan berangkat tepat pukul 20.00 langsung masuk tol menuju Yogyakarta.
Sejak awal, di tiap bangku sudah disediakan makanan ringan dalam tas kertas. Juga banyak dan selimut yang masih terbungkus plastik laundry.
Kisaran 15 menit perjalanan, pramugara menawarkan menu makanan yang akan disiapkan di rest area 207A, Palimanan.
Menunya cukup mewah bagi perjalanan Bus. Pesanan nasi ayam teriyaki menjadi idola penumpang.
Tepat pukul 22.00, bus sampai di rest area 207A. Para penumpang diarahkan ke Resto Pringsewu.
Bus berhenti didepan resto guna menurunkan penumpang. Dan kemudian parkir agak jauh.
Makanan yang tadi dipesan sudah siap di meja. Berdasarkan nomer tempat duduk di dalam bus. Seperti citra restonya, makanan yang disajikan sangat spesial untuk penumpang bus malam.
Usai istirahat 30 menit, bus kembali melaju dan sampat berhenti di rest area 379A Gringsing untuk mengisi solar. Kemudian kembali melaju hingga tujuan.
Secara umum, harga tiket sesuai dengan pelayanan yang diberikan.
Mulai dari servis makan, kru yang ramah, hingga kecepatan bis yang stabil sehingga penumpang bisa lelap. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi