RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Pj Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan segenap pelaku seni di Kota Salatiga yang terus memberikan kontribusi bagi kelestarian, pengembangan dan promosi seni di Kota Salatiga.
Utamanya, pada pertunjukan drama tari ‘Adeging Salatiga’ pada Kegiatan Pentas Duta Seni Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tahun 2024 yang berlangsung di Anjungan Jawa Tengah, Minggu (02/6/24).
Yasip berharap kegiatan rutin tahunan tersebut dapat semakin mengenalkan seni budaya lokal dan ekonomi kreatif Kota Salatiga. TMII menjadi lambang keberagaman budaya Indonesia, tempat di mana kita bisa menyaksikan kekayaan warisan budaya dari Sabang sampai Merauke.
"Menjadi kebanggaan pada hari ini, Kota Salatiga dapat menampilkan seni lokal Salatiga di sini. Semoga kegiatan ini akan semakin meningkatkan semangat para pelaku seni di Kota Salatiga untuk terus berkarya dan berkiprah. Bonusnya, dan menjadi harapan kita bersama, semoga Kota Salatiga kembali mendapat penghargaan sebagai 3 penyaji terbaik se-Jawa Tengah sebagaimana pernah diraih Kota Salatiga pada tahun 2021 dan 2022,” terang Yasip.
Pada pentas duta seni TMII ini, Disbudpar menggandeng kelompok mahasiswa seni dari UIN dan Sanggar Brahmastra Salatiga untuk menampilkan pertunjukan drama tari “Adeging Salatiga” atau Berdirinya Salatiga.
Pertunjukan ini dimaksudkan untuk semakin memperkaya khasanah pengetahuan dan kebudayaan, utamanya mengenai sejarah berdirinya Kota Salatiga.
Ketua Paguyuban Warga Salatiga (Pawarsa), Ais Said yang hadir bersama 20 anggota Pawarsa di Jakarta menilai tampilnya tim duta seni Kota Salatiga di TMII sangat bagus.
Selain menjaga eksistensi kebudayaan, kegiatan tersebut juga menjadi wadah aspirasi dan kreasi anak-anak muda.
"Kita yang tinggal di Jakarta ini sangat bangga menjadi orang Salatiga. Ada orang yang malu dengan kotanya. Kalau kita orang Salatiga ini di Jakarta, kita bangga dengan Salatiga ,” ucap Azis.
Sementara, Perwakilan Badan Penghubung Jateng - TMII, Menuk Indrastuti melihat drama tari yang ditampilkan Tim Duta Seni Kota Salatiga merupakan salah satu terobosan karena tampil dengan 4 bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Jawa, Inggris dan Arab.
"Mudah-mudahan jadi poin plus untuk dewan juri. Ini merupakan salah satu terobosan, yang mudah-mudahan jadi promosi yang luar biasa untuk kedepannya dan menular ke duta seni yang lainnya,” ungkap Menuk. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi