RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Tim Kesenian Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga mencuri perhatian publik dengan penampilan spektakuler mereka di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Minggu (2/6/2024).
Acara yang dihadiri oleh ratusan penonton ini menampilkan drama tari berjudul "Adeging Salatiga", yang disajikan dalam empat bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.
Prof. Dr. Muh. Saerozi, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Salatiga, hadir untuk mendampingi tim, menyampaikan pandangannya tentang seni sebagai alat pendidikan yang universal.
"Seni adalah guru terbaik, mengajarkan kita tentang keindahan, cinta, dan makna hidup melalui bahasa yang universal. Seni juga menjadi penggerak perubahan, mendorong kita untuk berani bermimpi, berinovasi, dan menciptakan dunia yang lebih baik," ujarnya.
Prof. Saerozi menjelaskan bahwa Tim Kesenian ini terdiri dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Salatiga, yang telah berkongsi dengan Sanggar Brahmastra untuk menelorkan sebuah pertunjukan yang memadukan berbagai elemen budaya.
"Saya sangat bangga dengan mereka. Mereka telah berhasil menampilkan seni yang penuh dengan akulturasi budaya, mengintegrasikan berbagai bahasa sebagai bagian dari epistemologi penciptaan karya ini. Saya yakin karya ini akan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk melestarikan budaya dengan cara yang adaptif dan inovatif," tambahnya.
Acara ini juga dihadiri oleh PJ Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan UIN Salatiga.
"Melihat UIN Salatiga saat ini sangat mengagumkan. Kampus ini berhasil menyatukan sains, seni, teknologi, dan teologi dalam sebuah karya seni yang luar biasa. Dalam drama tari ini, saya bisa melihat kohesi antara seni, sains, teknologi, dan teologi, khususnya Islam, yang sangat kuat," ujarnya.
Penampilan drama tari "Adeging Salatiga" mengisahkan sejarah berdirinya Kota Salatiga, dengan narasi yang kuat dan koreografi yang memukau.
Drama ini tidak hanya menampilkan tarian tradisional, tetapi juga menggabungkan elemen tari kontemporer, menciptakan sebuah pertunjukan yang dinamis dan menarik.
Tim Kesenian UIN Salatiga, meski telah berhasil mencuri perhatian dengan penampilan mereka, tidak berhenti untuk terus berkarya. Mereka berkomitmen untuk terus menggali potensi dan mengembangkan diri.
"Kami akan terus berlatih sembari menciptakan karya-karya yang lebih berdampak, baik bagi masyarakat Salatiga maupun Indonesia secara keseluruhan," kata Prof. Rasimin, Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan dan Kelembagaan FTIK UIN Salatiga, yang turut mendampingi tim.
Penampilan di TMII ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Tim Kesenian UIN Salatiga untuk berkiprah lebih luas di kancah nasional maupun internasional, membawa pesan budaya dan inovasi dari Salatiga ke dunia. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi