RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Dari puluhan pameran yang dipajang di GPD Salatiga dalam acara DISKOMVISION, salah satu yang menarik adalah live art.
Disini, para mahasiswa menggambar sketsa pengunjung yang ingin dilukis. Berbagai model gambar antara lain anime, chibi hingga semi realis.
Salah satu yang menggambar adalah Salsha Alfitri, mahasiswa DKV yang kuliah sudah memasuki tahun ketiga.
Menurut dia, gambar yang dibuat membutuhkan waktu sekitar 30an menit. Pengunjung datang kemudian di duduk dalam live booth dan kemudian di gambar.
"Pakai pena gambar dan selesai kisaran 30 menit. Yang paling lama jika menggambar semi realis," tutur Salsha.
Untuk keahliannya menggambar, Salsha mengaku sudah sering menggambar sejak SD. Keahliannya makin terasah seiring dewasa. Hingga SMA, ia mulai mendapat tawaran teman temannya menggambar.
Selain itu, gadis asal Ambarawa ini juga berhasil meraih prestasi dalam lomba amejam devIndo. Ia mendapat juara 3 visual dan audio.
Sementara itu, Kepala Departemen Sistem Informasi FTI Prof. Hindriyanto Dwi Purnomo, menerangkan kegiatan DISKOMVISION ini adalah salah satu program unggulan DKV yang telah diselenggarakan selama 16 tahun.
“Sebuah program yang luar biasa. Fakultas sangat mengapresiasi kegiatan ini karena telah mewadahi mahasiswa untuk menunjukan kreativitasnya, lalu dipamerkan,” imbuh Prof. Hindriyanto saat pembukaan acara.
Selain menampilkan karya-karya inovatif, pameran ini juga menyediakan workshop “Tye Dye with Tinctori” dan “Klinik Desain” di mana pengunjung dapat belajar langsung dari mahasiswa dan dosen mengenai prinsip dan dasar desain.
Tak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari Band The CEFO, Band Tenggara, dan Band The Bajuri.
Rangkaian acara DISKOMVISION masih akan berlangsung hingga Rabu (22/05/2024) di Gedung Pertemuan Daerah (GPD) Kota Salatiga, gratis dan terbuka untuk umum.
Pameran berlangsung pukul 10.00-21.00 WIB. Selain itu, tersedia puluhan stand Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyediakan beragam kuliner. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi