Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Orang Tua Siswa Bilang Begini Soal Viral Study Tour Naik Pesawat SD Muhammadiyah Plus Salatiga

Dhinar Sasongko • Rabu, 8 Mei 2024 | 19:03 WIB
Instagram.
Instagram.

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Berkait viralnya berita kegiatan field trip atau study tour naik pesawat SD Muhamadiyah plus Salatiga tidak dipermasalahlan orang tua murid.

Seperti diungkapkan Ny. Yuli, salah satu wali murid SD Muhammadiyah plus Salatiga.

Ia mengakui jika nilai pengalaman yang diperoleh anaknya lebih besar dibanding harga yang harus dibayarkan.

Terlebih sejak masuk ke SD tersebut sudah diberitahu mengenai program sekolah tersebut. Antara lain proses menabung agar tidak keberatan jika harus membayar cash senilai Rp 3 jutaan.

"Sejak kelas satu sudah ada sosialisasi dari sekolah mengenai program fieldtrip. Dan sampai sekarang, tidak ada orang tua yang menolak program itu," imbuh dia.

Ia menyebut anak-anak bahkan senang dan bahagia karena bisa naik pesawat terbang, kereta api dan bus.

Ditambah pengalaman mengunjungi dan berdiskusi dengan para anggota DPR/MPR.

Sebagaimana diketahui, Banyak warga net yang pro dan kontra.

Pasalnya, moda transportasi yang digunakan para siswa ke Jakarta adalah naik pesawat dan kereta api sehingga tidak sedikit yang memberikan tudingan negatif.

Akhirnya kepala sekolah Dwi Wuryandari, Kepala SD Muhamadiyah plus Salatiga memberikan statemen.

Ia membantah semua tudingan negatif yang di lontarkan warga net.

Mulai dari tudingan budaya hedonis hingga tidak adanya manfaat dalam kegiatan ini.

Bahkan ada yang menyoroti membooking pesawat untuk ke Jakarta.

"Kegiatan field trip ini sudah berlangsung mulai 2011 lalu. Dan tidak tahu mengapa baru tahun ini viral di medsos," tutur Dwi Wuryandari didampingi Wiwik Widyastuti, waka kesiswaan.

Ia menjelaskan jika kegiatan ini mengajarkan kemandirian dan kedisiplinan.

Bisa memenuhi kebutuhannya selama perjalanan termasuk menjaga tiket dan keperluan lainnya.

Kemudian kedisiplinan dalam beribadah tepat waktu.

Field trip tahun ini diikuti 184 siswa kelas V. Kegiatan ini bersifat wajib dan sudah diberitahu sejak masuk sekolah kelas 1.

Biaya yang diperlukan dalam fieldtrip yakni kisaran 3 juta rupiah.

"Karena sudah diinformasikan sejak awal, maka wali murid bisa menabung. Boleh di koperasi sekolah atau di luar sekolah," jelasnya.

Giat ini merupakan perjalanan yang sarat dengan pembelajaran. Diantaranya pengenalan alat transportasi darat dan udara.

Para siswa juga diajak ke DPR/MPR guna beraudiensi. Kemudian ke perpustakaan juga pemaparan materi empat pilar.

Juga dilakukan ibadah ke masjid istiqlal serta MAJT Semarang.

"Ada perkembangan moda transportasi yang harus diketahui anak anak. Mereka nanti akan tahu dan bisa memberitahu yang belum bisa caranya," jelas Wuryandari.

Pesawat yang dinaiki memang ada dua yakni dari Semarang dan Solo.

Karena satu pesawat daya tampungnya tidak mencukupi untuk membawa semua peserta fieldtrip. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#field trip #Field Trip Naik Pesawat #SD Muhammadiyah Plus Kota Salatiga #Study Tour ke Jakarta