Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mulai Jualan Sejak Umur 17, Mbah Muniroh Masih Setia Menawarkan Gerabah di Salatiga hingga Berusia 95 Tahun

Dhinar Sasongko • Selasa, 7 Mei 2024 | 02:42 WIB
Mbah Muniroh oenjual gerabah Salatiga. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
Mbah Muniroh oenjual gerabah Salatiga. (Dhinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Penjual gerabah di Tingkir, tepatnya tepi jalan Salatiga Suruh ternyata luar biasa.

Usianya sudah diatas rata - rata. Cucu dan cicitnya pun sudah lebih dari 20 orang.

Ya, jika membeli gerabah di tepi jalan Salatiga Suruh, tepatnya sebelum exit tol Tingkir dari arah Terminal, akan bertemu dengan Muniroh.

Luar biasanya, wanita ini mengaku sudah berusia 95 tahun. Namun itu didukung dengan fisiknya. Gigi sudah ompong dan kulit yang keriput.

Tetapi jangan salah, dalam hitungan atau penglihatan dan ingatan, ia masih tajam.

Saat menghitung jumlah harga dari kumpulan beberapa barang, ia pun masih mudah menghitungnya.

Demikian pula dengan mata uang, Muniroh masih bisa membedakan nominal dan warna.

Termasuk penglihatan, meskipun mengaku sudah agak kabur, tetapi masih bisa melihat.

"Saya sudah 95 tahun. Dan jualan sejak umur 17 tahun. Saya berjualan berpindah-pindah sampai sembilan kali. Sampai akhirnya pilih jualan dirumah," tutur Muniroh.

Hingga saat ini, dia menyebut sudah dikaruniai tujuh anak dengan 24 cucu, 29 cicit dan 1 canggah.

Baca Juga: Tahun Ini 10 Persen, Pemkot Salatiga Usulkan Formasi PPPK untuk THL Lebih Banyak Lagi di 2025

"Saya jarang olah raga. Makan pun biasa tidak ada pantangan," jelasnya. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Penjual Gerabah Salatiga #Tingkir #gerabah #Mbah Muniroh