RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Jawa Pos Radar Semarang pada Senin (11/3), Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., Wakil Dekan Bidang Administrasi, Keuangan, dan Kelembagaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, mengungkapkan makna Ramadhan melalui analisis eskatologi.
Menurut Prof. Rasimin, Ramadhan bukan hanya serangkaian ibadah rutin, melainkan juga momen esensial untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Sang Pencipta. Ia menyatakan, "Ini adalah periode berharga untuk merenungkan makna hidup, mengevaluasi tindakan, dan mempererat hubungan batin dengan Allah."
Dalam konteks eskatologi, Prof. Rasimin menyoroti pentingnya Ramadhan sebagai persiapan menghadapi kehidupan setelah kematian. "Bulan suci ini menjadi waktu emas untuk mempersiapkan diri menghadapi akhirat melalui puasa, ibadah, dan amal kebaikan," tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Rasimin menekankan esensi Ramadhan sebagai periode pembersihan jiwa dan peningkatan kesadaran spiritual. "Dengan menahan diri selama berpuasa, kita belajar mengendalikan hawa nafsu menuju kesempurnaan spiritual," tandasnya.
Prof. Rasimin juga memberikan panduan praktis bagi umat Islam dalam meraih makna eskatologi dalam Ramadhan. "Langkah-langkah seperti introspeksi diri, meningkatkan ibadah harian, dan berbuat kebaikan kepada sesama menjadi kunci utama," paparnya.
Tidak hanya itu, Prof. Rasimin juga menyampaikan harapannya agar bulan Ramadhan kali ini menjadi momentum bagi umat Islam untuk mendalami nilai-nilai spiritual, meningkatkan kesadaran akan pentingnya persaudaraan, dan meluaskan keikhlasan dalam beribadah serta berbuat kebaikan kepada sesama.
Dengan pemahaman dan penghayatan esensi Ramadhan dari perspektif eskatologi, Prof. Dr. Rasimin, M.Pd., mengajak umat Islam untuk menyambut bulan suci ini dengan penuh suka cita, keikhlasan, dan tekad untuk mencapai kemajuan spiritual yang berkelanjutan. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi