Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Salatiga Butuh Tambahan Puskesmas, Ini Alasannya

Dhinar Sasongko • Senin, 4 Maret 2024 | 01:23 WIB
Puskesmas Sidorejo Lor
Puskesmas Sidorejo Lor

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Layanan kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting masyarakat.

Maka itu menjadi tugas pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang mudah dan terjangkau dari semua sisi.

Hal itu diungkapkan wakil ketua DPRD Latif Nahari kepada wartawan.

"Ujung tombak layanan kesehatan adalah puskesmas. Di Salatiga sudah ada enam. Tetapi ada dua puskesmas yang memiliki beban sangat besar dibanding lainnya," ujar politisi PKS itu.

Kedua puskesmas itu, lanjut Latif, adalah puskesmas Sidorejo Lor dan Puskesmas Sidorejo Kidul. Karena mereka menjangkau layanan satu kecamatan penuh.

Puskesmas Sidorejo Lor melayani seluruh warga kecamatan Sidorejo. Dan Puskesmas Sidorejo Kidul melayani warga kecamatan Tingkir.

Padahal kedua wilayah juga memiliki banyak sekolah dan juga pusat keramaian masyarakat.

"Kecamatan lain yakni Argomulyo memiliki dua puskesmas yakni Cebongan dan Tegalrejo. Sementara kecamatan Sidomukti memiliki puskesmas Mangunsari dan Kalicacing," imbuh Latih Nahari.

Penambahan puskesmas, akan memudahkan masyarakat menjangkau dari sisi jarak.

Warga Kauman Kidul tidak perlu datang ke puskesmas Sidorejo Lor yang jaraknya cukup jauh.

Sementara puskesmas pembantu tidak semua layanan tersedia.

"Sebaiknya ditambah sehingga jarak warga yang butuh layanan kesehatan tidak terlalu jauh," kata dia.

Kepala DKK dr Prasit menanggapi hal ini menjelaskan, kalau menyimak informasi narasumber Kemenkes pada saat zoom meeting draf revisi PMK Puskesmas pengganti Permenkes 43 Tentang Puskesmas, memang maksimal satu puskesmas mengcover 30.000 penduduk.

"Kita tunggu saja dasar regulasi barunya dan yg jelas pembentukan UPT Puskesmas baru tentu butuh proses yang panjang.

Di sisi lain penambahan puskesmas juga membutuhkan tambahan SDM kesehatan, mengingat kita masih kekurangan khususnya dalam pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang nantinya harus ada paling tdk dua tenaga kesehatan (dokter/perawat/bidan ) di pustu," imbuh dia.

Paling tidak saat ini untuk lebih memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat adalah optimalkan puskesmas pembantu yang ada.

Sejumlah nakes saat dihubungi mendukung usulan tersebut.

Pasalnya, jika beban layanan tinggi, maka masyarakat akan lebih lama menikmati layanan karena harus antre.

"Semoga terealisasi," imbuh Wati, salah satu nakes. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#salatiga #PUSKESMAS