Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perayaan Hari Amal Bhakti Kemenag ke-78, FTIK UIN Salatiga Pelopor Pendidikan Islam Holistik

Dhinar Sasongko • Rabu, 3 Januari 2024 | 17:44 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Salatiga - UIN Salatiga dipenuhi semangat perayaan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-78 Rabu (3/1/2024).

Rektor UIN Salatiga, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag, memimpin upacara di halaman Rektorat, mengawali dengan kata-kata inspiratif, "Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, hari ini kita merayakan hari amal bhakti Kementerian Agama sekaligus menyambut tahun baru 2024."

Dalam pidato tersebut, Rektor menyoroti pencapaian program moderasi agama Kementerian Agama yang semakin menunjukkan keberhasilannya.

"Dalam perayaan hari amal bhakti 78, kita saksikan bahwa tipologi beragama masyarakat Indonesia makin moderat, seperti hasil survei lembaga kredibel yang melaporkan. Saya berharap di tahun 2024, keberhasilan ini semakin meningkat, melahirkan masyarakat yang moderat," tambahnya.

Setelah upacara, warga FTIK, yang terdiri dari pejabat, dosen, dan staf akademik, melanjutkan dengan acara syukuran. Prof. Dr. Mansur, M. Ag, Dekan FTIK, menyampaikan kebahagiaannya.

"Hari ini adalah momen bahagia, saya harap kebahagiaan ini menular pada profesionalitas kita dalam bekerja. Mari, di hari amal bhakti ke-78, kita tingkatkan terus profesionalitas kerja kita agar FTIK semakin memberi manfaat untuk umat."

Wakil Dekan II, Prof Dr Rasimin, M. Pd, memberikan sorotan pada program Pendidikan Islam.

"Meski dalam usia yang sudah berumur, saya melihat beberapa program Kemenag, khususnya Pendidikan Islam (Profetik Pedagogi), belum berjalan dengan sempurna. Kesenjangan antara wahyu dan sains masih tampak," ujarnya.

Prof. Rasimin menambahkan, "Kesenjangan ini dapat berdampak buruk, melahirkan peserta didik yang beragama terlalu kaku. Oleh karena itu, dalam perayaan amal bhakti Kementerian Agama ke-78 ini, saya dorong Kementerian Agama untuk melakukan lompatan perbaikan guna melakukan fusi (peleburan) antara sains dan wahyu."

Solusi konkret pun diajukan oleh Prof. Rasimin. "Perlu dikembangkan modul pembelajaran yang secara eksplisit mengintegrasikan konsep sains dan wahyu dalam setiap mata pelajaran. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Harian (RPH) yang terintegrasi menjadi langkah praktis, dengan kemitraan institusi pendidikan sains untuk memastikan materi sains sesuai dengan prinsip-prinsip keagamaan yang berlaku."

Di sisi guru, Prof. Rasimin menyarankan program pelatihan khusus untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai penyatuan sains dan wahyu.

"Pentingnya pembentukan tim ahli interdisipliner muncul seiring dengan kebutuhan untuk memberikan panduan yang lebih rinci tentang bagaimana mencapai keselarasan antara sains dan wahyu dalam pendidikan," tambahnya.

Forum diskusi dan dialog terbuka diakui sebagai arena yang sangat berguna dalam merumuskan solusi bersama antara KEMENAG, guru, siswa, dan masyarakat. Dalam konteks ini, Prof. Rasimin menegaskan.

"Dengan melibatkan peran orang tua dalam program pendidikan, kita dapat menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya menyelaraskan aspek keilmuan dan nilai-nilai agama."

Merayakan Hari Amal Bhakti ke-78 KEMENAG, penerapan solusi-solusi ini bukan hanya rencana semata, melainkan nyata sebagai perwujudan semangat "ikhlas beramal" yang melekat pada KEMENAG.

Dengan kolaborasi aktif semua pihak terkait, KEMENAG mampu terus berinovasi, menjadi pelopor dalam membentuk lingkungan pendidikan Islam yang tidak hanya inklusif dan holistik, melainkan juga relevan dengan tuntutan zaman.

Melalui kerjasama yang kuat dan dedikasi tinggi, setiap langkah yang diambil saat ini menjelma menjadi dasar kokoh untuk masa depan yang lebih cerah. Selamat Hari Amal Bhakti ke-78, Kementerian Agama! Teruslah berusaha dan berkarya untuk menerangi peradaban dengan ilmu pengetahuan yang bersatu dengan nilai-nilai agama. (sas/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Hari amal bhakti kementerian agama #UIN Salatiga #Rektor