RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Program Studi Tadris Matematika Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga telah menggelar Seminar Nasional yang mengangkat isu penting dalam dunia pendidikan, yakni pembelajaran matematika berbasis teknologi.
Acara berprestise ini diadakan dalam format blended, menggabungkan peserta daring dan luring, serta menampilkan dua narasumber ternama.
Narasumber pertama, Ibu Getut Pramesti, Ph.D, seorang dosen Matematika terkemuka dari Universitas Sebelas Maret Surakarta, menyampaikan pemikirannya dalam presentasi yang memikat tentang "Teknologi Easy-to-Reach dalam Pembelajaran dengan Pemanfaatan Software Matematika."
Dalam penjelasannya, beliau memperlihatkan betapa teknologi, dengan perangkat lunak matematika yang canggih, telah mengubah lanskap pendidikan matematika.
Ia memberikan inspirasi kepada peserta seminar mengenai bagaimana teknologi dapat mempermudah akses dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Sementara itu, narasumber kedua, Ibu Dr. Parhaini Andriani, M.Pd.Si., seorang pakar pendidikan matematika dari UIN Mataram, memukau audiens dengan pembahasannya mengenai "Integrasi Games dalam Pembelajaran Matematika."
Ia menegaskan bahwa permainan dapat menjadi sarana yang kuat dalam mengajarkan matematika, dengan potensi untuk meningkatkan keterlibatan siswa, membangun pemahaman yang mendalam, dan merangsang kreativitas mereka dalam memecahkan masalah.
Seminar nasional ini menarik perhatian sekitar 250 peserta, terdiri dari mahasiswa Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga, mahasiswa dari berbagai program studi lain di FTIK, dan bahkan dari fakultas-fakultas lain.
Mereka semua hadir dengan semangat untuk mendalami bagaimana teknologi dan permainan dapat diterapkan secara efektif dalam pembelajaran matematika.
Dalam sambutan pembukaan, Dr. Eni Titikusumawati, selaku Kaprodi Tadris Matematika, memberikan dorongan dan arahan kepada peserta.
Beliau menyampaikan keyakinannya bahwa pemahaman tentang teknologi dalam pembelajaran matematika adalah modal penting bagi mahasiswa yang akan menjadi pendidik di masa depan.
Dalam pandangan beliau, pembelajaran matematika berbasis teknologi adalah suatu keharusan dalam era pendidikan modern.
Prof. Dr. Mansur, M.Ag., selaku Dekan FTIK, memulai acara ini dengan kata-kata bijak. Beliau menegaskan bahwa mahasiswa Tadris Matematika memiliki peran kunci dalam menyebarkan pengetahuan matematika di seluruh level pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Beliau menekankan bahwa mahasiswa tersebut harus memiliki keyakinan diri yang kuat dalam kemampuan mereka untuk mengajarkan matematika.
Seminar nasional ini telah memberikan wawasan yang berharga tentang pentingnya integrasi teknologi dan permainan dalam proses pembelajaran matematika.
Harapan besar dari acara ini adalah agar pengetahuan yang diperoleh akan membekali mahasiswa dan pendidik dengan alat yang efektif untuk menghadapi tantangan pendidikan matematika di masa depan.
Dengan semangat dan pengetahuan yang didapat, mereka akan memainkan peran penting dalam mengukir masa depan pendidikan matematika yang lebih bermakna. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi