RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Program Studi Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga sukses menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema yang menginspirasi, "Technology Integration in Innovative and Fun Mathematics Learning for Gen-z."
Acara ini menjadi semakin istimewa dengan kehadiran dua narasumber unggulan. Mr. Johann Alfred Hofer, seorang ahli dari SES Germany, membawa perspektif internasional, sementara Dr. Farida Nurhasanah, M.Pd., seorang dosen Pendidikan Matematika dari UNS Surakarta, memberikan wawasan lokal yang bernilai tinggi.
Dekan FTIK, Prof. Dr. Mansur, M.Ag., yang membuka seminar, menyatakan kekagumannya terhadap partisipasi luar biasa dari dosen matematika dan pendidikan/tadris matematika hampir dari seluruh Indonesia.
Dengan gembira, beliau berpesan agar kegiatan semacam ini menjadi tonggak yang terus dilakukan, membawa berkah dan manfaat yang luar biasa bagi kemajuan pendidikan matematika di Indonesia.
Ketua Program Studi Tadris Matematika UIN Salatiga, Dr. Eni Titikusumawati, M.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih mendalam kepada pimpinan, narasumber, dan semua peserta.
"Semoga melalui kegiatan ini, tali silaturahim antar perguruan tinggi dan peserta dapat semakin erat," ucapnya dengan antusiasme.
Seminar internasional ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Tadris Matematika FTIK UIN Salatiga, namun juga melibatkan mahasiswa dari program studi lain bahkan fakultas lain di UIN Salatiga.
Peserta terdiri lebih dari 350 orang, termasuk 60 orang dari asosiasi dosen tadris matematika seluruh Indonesia, serta para guru matematika di kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.
"Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi tempat bertukar pikiran, tapi juga ladang inspirasi bagi pengembangan pendidikan matematika di Tanah Air," ungkap Dr. Eni Titikusumawati, M.Pd.
Seminar ini bukan hanya sebuah acara, tapi momentum berharga untuk menggali ide-ide inovatif dalam pembelajaran matematika yang menyenangkan dan terintegrasi dengan teknologi.
Suksesnya acara ini membuka jalan bagi kegiatan serupa di masa depan, menjadikan Salatiga sebagai pusat diskusi dan pengembangan pendidikan matematika yang berskala nasional. (sas/bas)
Editor : Baskoro Septiadi