Mereka memperkenalkan serba-serbi makanan khasnya sebagai penciri masing-masing daerah. Selain etnis di Indonesia, Culture Acoustics Food Fest ini juga diikuti perwakilan dari Filipina.
Salah satu stand, dua mahasiswa mengenakan pakaian adat Toraja. Juntaian aksesoris yang biasanya digunakan dalam acara pernikahan adat Toraja menghiasi stand Persekutuan Keluarga Mahasiswa Siswa Toraja Salatiga (PKMST).
Kuliner Toraja seperti kue Tori’ yang bentuknya hampir menyerupai atap rumah khas Toraja dan kopi Toraja memiliki rasa asam yang bisa dinikmati pengunjung.
Stand unik yang tak kalah menarik perhatian pengunjung adalah dari Perhimpunan Keluarga Kalimantan Salatiga (PERKKASA). Stand dihiasi baju adat Kalimantan dan Langkanak, alat yang biasanya digunakan saat gawai adat.
Selain itu ada juga senjata tradisional Kalimantan dilengkapi dengan aksesoris tengkorak monyet dan kain merah mewarnai stand tersebut.
“Ternyata rasa Indonesia sangat beragam dan ada makanan yang belum saya temukan juga di daerah saya. Saya sangat menikmati kegiatan ini, tidak lupa bisa menikmati juga lagu dari daerah yang dinyanyikan,” kata Tommy Mozes Lalang, mahasiswa Fakultas Psikologi UKSW. (sas/fth) Editor : Agus AP