Imam Bintoro, tokoh budaya Tionghoa di Salatiga menuturkan, kegiatan ini dilakukan oleh satu keluarga besar. Pada moment ini semua ahli waris berkumpul bersama, berdoa bersama dihadapan makam leluhur mereka.
"Dan disertakan sesajian masakan, makanan didepan makam leluhur. Dilanjutkan makan bersama para ahli waris yang datang di acara," jelas Imam. Ia menjelaskan, Ceng Beng biasanya digelar bersama pada 5 April. Namun ada juga keluarga yang melakukan sebelumnya.
Selain itu, lanjut dia, kegiatan juga diisi dengan tradisi bersih makam, mempercantik makam hingga, renovasi makam. Namun hanya boleh dilakukan 20 hari sebelum tanggal 5 April. Selebih tanggal itu tidak diperkenankan dilaksanakan.
Peringatan serentak, biasanya dipandu oleh vihara atau tempat ibadah setempat, dengan menjalankan tata ritual seperti yang telah dilakukan secara turun temurun.Editor : Agus AP
Selain Qing Ming ada pula perayaan/upacara tradisi yang berhubungan dengan arwah para leluhur , yaitu Cio Koo / Cit Gwee Pwa. (sas/bas)