Seruan itu disampaikan kepada kadinkes agar segera jadwalkan fogging di semua kelurahan.
Namun, hasil fogging akan efektif jika di barengi dengan kepedulian masyarakat yang dini mencermati lingkungan.
Yakni dengan bersama memberantas tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Karena fogging membasmi nyamuk bukan jentik.
Sementara itu, kepala DKK Zuraidah turun langsung memimpin pelaksanaan fogging di Blorongan dan Bugel.
DKK membawa tujuh alat dan petugas untuk melaksanakan fogging sekaligua mengecek jentik.
"Kasus bulan Januari baik yg positif DBD maupun suspek/terduga ada 13 orang. Dan saat ini masih dirawat di RS. Yakni RSU 6 orang, DKT 3 orang, Puri Asih 3 orang, Hermina 1 orang," jelas Zuraidah.
Ia meminta masyarakat juga waspada bahwa musim hujan ini. Di bulan Januari, kasus demam berdarah yang positif maupun yang tersangka sudah mulai meningkat.
Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui nyamuk sehingga, harus menghilangkan nyamuk beserta jentiknya.
"Fogging yaitu pengasapan dengan insektisida konsentrasi tinggi hanya mematikan nyamuk. Kemudian untuk jentiknya kerjasama mohon peran serta masyarakat," imbuhnya.
Ia meminta dilakukan PSN seminggu sekali karena dari jentik menjadi nyamuk dewasa itu membutuhkan waktu 1 minggu.
Fase penyakit demam berdarah itu ada tiga. Yaitu fase pertama, dengan gejala demam disertai bisa mual bisa nyeri ulu hati, bisa sakit kepala dan lain sebagainya.
Waspada terhadap fase ini jangan anggap enteng. Apalagi itu kalau balita bayi fase ini. Fase kedua yaitu hari keempat ini mulai demam turun.
Sangat berbahaya karena dapat terjadi perdarahan di berbagai organ tubuh harus dengan membutuhkan perawatan medis untuk melewatinya.
Jangan tunggu fase kritis dan yang ketiga fase pemulihan penyembuhan mulai hari bisa keenam ke-7 di mana pasien mulai kembali sembuh. (sas/bas) Editor : Agus AP