Kepala DKK Salatiga Zuraidah menuturkan, dari laporan yang diterima, saat ini ada tiga yang dirawat di RS. Namun semuanya berstatus suspek (dicurigai) DBD.
"Untuk menegakkan diagnosa dibutuhkan hasil pemeriksaan lengkap. Trombosit, hematokrit dan lain lain," terang Zuraidah kepada Radar Semarang.
Disinggung tentang kabar adanya warga meninggal DBD, ia menegaskan jika penyebab kematian bisa disampaikan jika sudah ada laporan resmi berdasar hasil pemeriksaan dan laboratorium.
Kendati demikian, pihaknya tidak tinggal diam. Tetap melakukan langkah antisipasi. Mulai dari penyelidikan epidemologi (PE) ke wilayah warga yang dirawat.
Ia mengakui, hasil pemeriksaan PE di Salatiga, ada wilayah dengan bebas jentik nyamuk di angka 86 persen. Padahal seharusnya di angka 95 persen.
"Fogging hanya untuk membunuh nyamuk. Dan jika dilakukan terus menerus, nyamuk akan resisten. Maka saya ajak warga untuk peduli lingkungan. Bersama sama memberantas sarang nyamuk agar jentik mati," harapnya. (sas/bas) Editor : Agus AP