Prosesi penyerahan jabatan Rektor Periode 2017-2022 diawali pelepasan kalung jabatan dekan oleh Rektor UKSW Periode 2017-2022 Neil Semuel Rupidara, S.E., M.Sc., Ph.D. Selanjutnya, dilanjutkan penyerahan bendera universitas dan laporan akhir jabatan kepada Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Satya Wacana (YPTKSW) Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si., yang dilanjutkan dengan pelepasan kalung jabatan Rektor dan Pembantu Rektor UKSW periode 2017-2022.
Pelantikan Rektor dan Wakil Rektor Periode 2022-2027 ditandai dengan penyematan kalung jabatan, penyerahan bendera universitas oleh Ketua Pengurus YPTKSW Hari Sunarto, S.E., MBA., Ph.D. Dalam kesempatan ini dilantik adalah Rektor UKSW Prof. Dr. Intiyas Utami, Wakil Rektor Bidang Akademik, Pengajaran dan Kemahasiswaan Prof. Ferdy Samuel Rondonuwu, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur dan Perencanaan Priyo Hari Adi, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Kewirausahaan Prof. Eko Sediyono, dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Yafet Yosafat Wilben Rissy, Ph.D.
Dalam sambutannya, Rektor perempuan pertama UKSW ini mengatakan akan meneruskan tapak prestasi UKSW dari kepemimpinan era 2017-2022 yang sebelumnya telah membawa UKSW sebagai research university dan mampu mempertahankan peringkat akreditasi institusi A.
“Saya yakin dengan kekuatan yang kita miliki dalam hal sumber daya talenta, sarana prasarana, infrastruktur pembelajaran, sistem informasi yang cerdas ditambah dukungan alumni yang sangat kuat, jejaring kampus dengan mitra-mitra nasional dan internasional menjadi aset untuk meraih kinerja UKSW unggul,” katanya.
Ke depan Intiyas Utami bersama wakil rektor mengusung visi kepemimpinan UKSW sebagai Entrepreneurship Research University yaitu menjadi universitas Kristen yang progresif di kawasan Asia dalam menghasilkan Tri Dharma yang berdaya dampak untuk transformasi pembangunan. UKSW harus menjadi universitas Kristen yang progresif dalam melakukan percepatan untuk meraih rekognisi pada level nasional dan global.
Rektor UKSW Periode 2017-2022 Neil Semuel Rupidara, Ph.D., mengatakan menjadi rektor adalah mandat yang dititipkan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan. "Kami datang untuk mempertanggungjawabkan apa yang kami kerjakan kepada seluruh sivitas akademika, dan terlebih kepada Tuhan yang memberikan mandat," katanya.
Ia menyebut akan 'cuti' dari dunia akademik di tahun mendatang. "Saya selesaikan sampai akhir tahun ini," tambahnya. (sas/fth) Editor : Agus AP