Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Barisan Bhinneka Tunggal Ika Ramaikan Karnaval OMB UKSW

Agus AP • Selasa, 13 September 2022 | 17:04 WIB
Jembatan persimpangan arah exit tol Kendaldoyong dan jalur terusan ke arah Kudus yang sudah nyaris rampung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
Jembatan persimpangan arah exit tol Kendaldoyong dan jalur terusan ke arah Kudus yang sudah nyaris rampung. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Barisan Bhinneka Tunggal Ika dari belasan pasang mahasiswa menggunakan berbagai pakaian daerah membuka Karnaval Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) UKSW 2022, Sabtu (10/9). Sebanyak 2500 orang terdiri mahasiswa baru (maba), kelompok etnis mahasiswa serta masyarakat Salatiga ikut memeriahkan karnaval yang dilepas Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara Ph.D., dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Salatiga Valentino Haribowo.

Karnaval kembali digelar setelah dua tahun absen karena pandemi Covid-19. Ini tradisi yang dimulai sejak lama yakni maba menyapa dan meminta izin kepada warga Kota Salatiga untuk menjadi bagian dari kota Salatiga. Sebagai saudara yang bersama-sama tinggal di Salatiga, ke depan akan lebih banyak sinergi dan kolaborasi untuk mengembangkan Salatiga agar lebih maju.

Meskipun diguyur hujan, tidak menyurutkan semangat peserta. Maba UKSW anggota drumblek CS Marchingblek yang mengenakan pakaian bernuansa hitam tetap memainkan sejumlah lagu seperti Mars Satya Wacana, Gemu Fa Mi Re, hingga Ibu Pertiwi dengan penuh semangat.

Enam belas kostum dengan tema Nusantara turut memeriahkan karnaval. Barisan kostum yang merupakan representasi etnis di Indonesia menampilkan replika rumah adat dan hewan langka yang belum dikenal masyarakat luas.  “Karnaval ini juga diharapkan dapat memberikan hiburan bagi warga Salatiga,” kata Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara

Mewakili pemerintah dan warga Kota Salatiga, Drs. Valentino Haribowo mengapresiasi karnaval. Menurutnya dengan sinergi UKSW dan pemerintah dapat membuat kota untuk pulih lebih cepat bangkit lebih kuat menyongsong era adaptasi baru.

Emanuelle Anastasya, warga Semarang turut menyaksikan karnaval dibuat terpukau oleh kostum yang dirancang maba UKSW. Masing-masing kostum punya makna, latar belakang dibalik item-item yang ditampilkan. “Ini yang membuat karnaval OMB UKSW berbeda dari karnaval yang pernah saya saksikan sebelumnya,” ujar Ema. (sas/fth) Editor : Agus AP
#OMB #UKSW