Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Capai Titik Terbaik dengan Cara Tepat

Agus AP • Jumat, 19 Agustus 2022 | 17:11 WIB
Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara Ph.D dan Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Ellen Joan Kumaat berfoto bersama usai menandatangani kerja sama. (Istimewa)
Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara Ph.D dan Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Ellen Joan Kumaat berfoto bersama usai menandatangani kerja sama. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Salatiga - Upacara peringatan hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) tahun ini terasa istimewa, karena diikuti 2.740 peserta Orientasi Mahasiswa Baru (OMB) gelombang pertama tahun akademik 2022/2023. Selain itu, upacara yang diadakan di lapangan sepak bola ini juga menjadi upacara pertama yang diadakan setelah masa pandemi Covid-19.

Berperan sebagai inspektur upacara, Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara Ph.D. Dalam pidatonya, dia mengajak seluruh civitas UKSW untuk merenungkan tema Kemerdekaan Indonesia tahun ini, Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat.

“Saat ini kita mulai bangkit kembali setelah masa pandemi Covid-19. Untuk itu, peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 ini kita maknai sebagai bentuk harapan dan komitmen kita sebagai elemen bangsa untuk mencapai titik terbaik dalam proses pemulihan dan kebangkitan menuju Indonesia emas, dengan cara yang tepat.  Saat 100 tahun Indonesia Merdeka pada 2045 kita dapat mewujudkan Indonesia maju,” ungkapnya.

Menarik tema peringatan 77 tahun Indonesia, jika bangsa ini ingin menjadi pulih dan bangkit, lanjut rector, maka dibutuhkan komitmen berbangsa yang kuat. “Sesuai dengan deklarasinya yang sedemikian mulia dan luhur maka koreksi-koreksi mendasar dalam kehidupan sosial, kehidupan berbangsa dan bernegara harus dilakukan dengan penuh komitmen,” imbuh Neil.

Sementara itu, memaknai kemerdekaan disampaikan Neil tidak berarti dapat berpikir dan bertindak sebebas-bebasnya, sebab itu mungkin justru menjadi dapat mengganggu kemerdekaan orang lain.

Menjadikan kehidupan yang merdeka disebutnya adalah komitmen bangsa ini, oleh sebab itu dengan tegas Neil mengatakan agar seluruh peserta upacara tanpa terkecuali harus menghindarkan diri dari bentuk-bentuk penjajahan pada orang lain. Sebagai bagian dari Satya Wacana perlu terus dikembangkan sikap-sikap yang melampaui diri dan kelompok sendiri. (sas/zal)  Editor : Agus AP
#UKSW